Wednesday, October 13, 2021

Instrumen Monitoring dan Evaluasi Gerakan Literasi Sekolah




Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan di tingkat SMP dibagi menjadi tiga tahap, yakni : pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Setiap tahap pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah memiliki tujuan yang berbeda-beda seperti berikut:

Tahap Pembiasaan
Kegiatan literasi di tahap pembiasaan, yakni membaca dalam hati. Secara umum kegiatan ini memiliki tujuan, antara lain:
1) Meningkatkan rasa cinta baca di luar jam pelajaran;
2) Meningkatkan kemampuan memahami bacaan;
3) Meningkatkan rasa percaya diri sebagai pembaca yang baik;
4) Menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan.

Tujuan membaca dalam tahap ini lebih mengarah kedalam penumbuhan minat baca siswa melalui kegiatan membaca 15 menit. Dalam tahap pembiasaan, indikator yang harus dicapai siswa yaitu:
1) Melakukan kegiatan 15 menit membaca yang dilakukan setiap hari.
2) Kegiatan 15 menit membaca telah dilakukan selama minimal 1 semester.
3) Peserta didik memiliki jurnal membaca harian.
4) Guru, Kepala Sekolah, tenaga pendidik menjadi model dalam kegiatan membaca 15 menit dengan ikut membaca selama kegiatan berlangsung.
5) Ada perpustakaan, sudut baca di tiap kelas, dan area baca yang nyaman dengan koleksi buku nonpelajaran.
6) Ada poster-poster kampanye membaca di kelas, koridor, dan/area lain di sekolah.
7) Ada bahan kaya teks yang terpampang di tiap kelas.
8) Lingkungan yang bersih, sehat dan kaya teks. Terdapat poster-poster tentang pembiasaan hidup bersih, sehat, dan indah.
9) Sekolah berupaya melibatkan publik (orangtua, alumni, dan elemen masyarakat) untuk mengembangkan kegiatan literasi sekolah.
10) Kepala sekolah dan jajarannya berkomitmen melaksanakan dan mendukung gerakan literasi sekolah.

Untuk memenuhi indikator tersebut, maka dalam tahap pembiasaan harus memiliki prinsip yang wajib untuk dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Prinsip- prinsip kegiatan membaca dalam tahap pembiasaan dipaparkan sebagai berikut:
1) Guru menetapkan waktu 15 menit membaca setiap hari. Sekolah dapat memilih atau menjadwalkan waktu yang sesuai untuk melaksanakan kegiatan tersebut, baik di awal, tengah atau akhir pelajaran, tergantung pada jadwal dan kondisi sekolah.
2) Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku nonpelajaran.
3) Peserta didik dapat diminta membawa bukunya sendiri dari rumah.
4) Buku yang dibaca/dibacakan adalah pilihan peserta didik sesuai minat dan kesenangannya.
5) Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini tidak diikuti oleh tugas- tugas yang bersifat tagihan/penilaian.
6) Kegiatan membaca/membacakan buku ditahap ini dapat diikuti oleh diskusi informasi tentang buku yang dibaca/dibacakan.
7) Kegiatan ini dilakukan dalam keadaan santai, tenang dan menyenangkan.
8) Dalam kegiatan membaca selama 15 menit, guru sebagai pendidik juga ikut membaca buku.

Kegiatan-kegiatan membaca dalam tahap pembiasaan dibagi ke dalam beberapa jenis, diantaranya:
· Membaca 15 menit setiap hari melalui kegiatan:
1) Guru membacakan kutipan buku dengan nyaring dan mendiskusikannya
2) Peserta didik membaca mandiri.

Tujuan kegiatan ini adalah:
1) Memotivasi peserta didik untuk mau dan terbiasa membaca
2) Menunjukkan bahwa membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan
3) Memperkaya kosakata (dalam bahasa tulisan)
4) Menjadi sarana berkomunikasi antara peserta didik dan guru
5) Mengajarkan strategi membaca
6) Guru sebagai teladan membaca (reading role model).

· Membaca buku dengan memanfaatkan peran perpustakaan Tujuannya adalah untuk:
1) Memperkenalkan proses membaca
2) Mengembangkan kemampuan membaca secara efektif
3) Meningkatkan kemampuan pemahaman bahan bacaan yang efektif.

Langkah-langkah membaca buku dengan memanfaatkan peran perpustakan dapat dilakukan dengan cara berikut:
1) Sebelum membaca : (1) berdasarkan informasi perpustakaan yang dijelaskan oleh pustakawan, peserta didik memilih buku yang tepat esuai dengan tugas yang diberikan guru mata pelajaran.(2) melakukan pra-baca dan baca ulang dengan tujuan mengetahui jalannya cerita.
2) Saat membaca : (1) mengingat pokok pikiran yang dituliskan dibuku,
(2) membuat jembatan keledai untuk membantu mengingat isi buku.
3) Setelah membaca (1) membuat pokok pikiran dengan kalimat lengkap,
(2) membuat peta cerita atau bingkai cerita, (3) membuat ringkasan lengkap atau synopsis buku.

· Membaca terpadu
Tujuan membaca terpadu adalah untuk meningkatkan pemahaman pesera didik terhadap bacaan, mampu menganalisis bacaan, memberi tanggapan dan mampu membaca mandiri.
· Membaca mandiri
Tujuannya adalah untuk mengasah kemandirian peserta didik dalam membaca, mengevaluasi kefasihan peserta didik memahami bacaan dan membangun tanggung jawab peserta didik.


Tahap Pengembangan
Dalam tahap pengembangan, peserta didik didorong untuk menunjukkan keterlibatan pikiran dan emosinya dengan proses membaca melalui kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan, namun tidak dinilai secara akademik. Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari kegiatan di tahap pembiasaan.
Tahap pengembangan memiliki tujuan sebagai berikut:
1) Mengasah kemampuan peserta didik dalam menanggapi buku pengayaan secara lisan dan tulisan;
2) Membangun interaksi antarpeserta didik dan antara peserta didik dengan guru tentang buku yang dibaca;
3) Mengasah kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif;
4) Mendorong peserta didik untuk selalu mencari keterkaitan antara buku yang dibaca dengan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Selain memiliki tujuan, dalam tahap pengembangan tidak jauh berbeda dengan tahap pembiasaan maka tahap pengembangan juga memiliki prinsip seperti berikut:
1) Buku yang dibaca/dibacakan merupakan buku nonpelajaran dan merupakan buku yang diminati siswa.
2) Kegiatan membaca/membacakan buku dapat diikuti oleh tugas-tugas presentasi singkat, menulis sederhana, presentasi sederhana, kriya atau seni peran untuk menanggapi bacaan, yang disesuaikan dengan jenjang kemampuan peserta didik.
3) Tugas-tugas yang disebutkan diatas tidak nilai secara akademik.
4) Kegiatan membaca berlangsung dalam situasi menyenangkan.
5) Terbentuknya tim liiterasi sekolah (TLS). Dibentuknya TLS untuk menunjang keterlaksanaan berbagai kegiatan tindak lanjut GLS.

Dalam tahap pengembangan, kegiatan tindak lanjut dapat dilakukan secara berkala. Berkala yang dimaksudkan dalam hal ini adalah dapat dilakukan dalam jangka waktu misalnya 1-2 minggu sekali, jadi hal ini tidak dilakukan setiap hari. Berikut merupakan beberapa contoh kegiatan tindak lanjut dalam tahap pengembangan:
1) Menulis komentar singkat terhadap buku yang dibaca di jurnal membaca harian.
2) Bedah buku, yaitu kegiatan mengungkapkan kembali isi buku secara ringkas dengan memberikan saran terkait kekurangan dan kelebihan buku tersebut.
3) Reading award, yaitu member penghargaan ketika siswa dapat menyelesaikan tugas membaca dan menyelesaikan tugasnya. Tujuannya untuk memberikan motivasi kepada siswa agar dapat menambah lagi buku- buku yang dibaca.
4) Mengembangkan iklim literasi sekolah, yaitu dengan cara mengembangkan lingkungan social dan efektif, misalnya dengan mengadakan seminar tentang literasi.

Dalam tahap pengembangan, indikator yang harus dicapai adalah sebagai berikut:
1) Ada kegiatan 15 menit membaca: (1) membaca dalam hati dan/atau (2) membacakan nyaring, yang dilakukan setiap hari.
2) Ada berbagai kegiatan tindak lanjut dalam bentuk menghasilkan tanggapan secara lisan maupun tulisan.
3) Peserta didik memiliki portofolio yang berisi kumpulan jurnal tanggapan membaca.
4) Guru menjadi model dalam kegiatan 15 menit membaca dan ikut membaca selama kegiatan berlangsung
5) Tagihan lisan dan tulisan digunakan sebagai penilaian nonakademik
6) Jurnal tanggapan membaca peserta didik dipajang di kelas/koridor sekolah
7) Perpustakaan, sudut baca di tiap kelas, dan area baca yang nyaman dengan koleksi buku nonpelajaran dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan literasi.
8) Ada penghargaan terhadap pencapaian peserta didik dalam kegiatan literasi secara berkala.
9) Ada poster-poster kampanye membaca.
10) Ada kegiatan akademik yang mendukung budaya literasi sekolah, misalnya: wisata ke perpustakaan atau kunjungan perpustakaan keliling ke sekolah
11) Ada kegiatan perayaan hari-hari tertentu bertemakan literasi.
12) Ada Tim Literasi Sekolah yang dibentuk oleh Kepala Sekolah dan terdiri atas guru bahasa, guru mata pelajaran lain, dan tenaga kependidikan.

Tahap Pembelajaran
Kegiatan literasi sekolah dalam tahap pembelajaran bertujuan untuk:
1) Mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengkaitkannya dengan pengalaman pribadi sehingga terbentuk pribadi pembelajar sepanjang hayat;
2) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis; dan
3) Mengolah dan mengelola kemampuan komunikasi secara kreatif dalam bentuk verbal, tulisan, visual dan digital melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan dan buku pelajaran.

Berdasarkan tujuan diatas maka dapat disimpulkan bahwa yang menjadi tujuan dalam tahap pembelajaran dalam berliterasi adalah untuk menumbuhkembangkan cara berpikir siswa agar menjadi lebih kreatif melalui buku bacaan dan buku pelajaran.
Beberapa prinsip yang perlu dalam tahap pembelajaran, antara lain:
1) Buku yang menjadi bahan bacaan dapat berupa buku pengetahuan umum, kegemaran, minat khusus, atau teks multimedia, dan juga dapat membaca buku yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu;
2) Ada tagihan yang bersifat akademik, namun apabila terkait dengan mata pelajaran.

Prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan berikut merupakan pedoman dalam melaksanakan kegiatan berliterasi dalam tahap pembelajaran dan diharapkan agar prinsip tersebut dapat diikuti oleh pelaksana gerakan literasi sekolah agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam melaksanakan prinsip dan untuk mencapai tujuan maka dilakukan kegiatan sebagai berikut:
1) 15 menit membaca setiap hari sebelum jam pelajaran melalui kegiatan membaca nyaring, membaca dalam hati, membaca bersama, dan membaca terpandu diikuti kegiatan lain dengan tagihan non=akademik atau akademik.
2) Kegiatan literasi dalam pembelajaran dengan tagihan akademik
3) Melaksanakan berbagai strategi untuk memahami teks dalam semua mata pelajaran
4) Menggunakan lingkungan fisik, social dan afektif, dan akademik disertai beragam bacaan yang kaya literasi di luar buku teks pelajaran untuk memperkaya pengetahuan dalam mata pelajaran.
5) Penulisan biografi siswa-siswa dalam satu kelas sebagai proyek kelas.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pembelajaran, dapat dinilai secara akademik. Untuk menentukan ketercapaian kegitan literasi dalam tahap pembelajaran maka dibuat indikator. Indikator-indikator yang digunakan adalah antara lain:
1) Kegiatan membaca 15 menit sudah membudaya dan menjadi kebutuhan semua warga sekolah.
2) Kegiatan 15 menit membaca setiap hari sebelum jam pelajaran diikuti kegiatan lain dengan tagihan non-akademik atau akademik.
3) Ada pengembangan berbagai strategi membaca.
4) Kegiatan membaca buku non pelajaran yang terkait dengan mata pelajaran dilakukan oleh murid dan guru, perbedaannya ada tagihan akademik untuk peserta didik.
5) Ada kegiatan tindak lanjut dalam bentuk menghasilkan tanggapan secra lisan maupun tulisan.(tagihan akademik)
6) Melaksanakan berbagai strategi untuk memahami teks dalam semua mata pelajaran, misalnya dengan menggunakan graphic organizers.
7) Tagihan lisan dan tulisan digunakan sebagai penilaian akademik.
8) Peserta didik menggunakan lingkungan fisik, social, afektif, dan akademik disertai beragam bacaan yang kaya literasi diluar buku mata pelajaran untuk memperkaya pengetahuan dalam mata pelajaran.
9) Jurnal tanggapan peserta didik dari hasil membaca buku bacaan dan buku pelajaran yang dinilai secara akademik dipajang di kelas dan/atau koridor sekolah.
10) Ada penghargaan terhadap pencapaian peserta didik dalam kegiatan berliterasi, yang dilihat dari tagihan akademik.
11) Ada poster-poster kampanye membaca untuk memperluas pemahaman dan tekat warga sekolah untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
12) Ada unjuk karya, yaitu hasil dari kemampuan peserta didik dalam berliterasi yang akan ditampilkan dalam perayaan hari-hari tertentu yang bertemakan literasi.
13) Perpustakaan sekolah menyediakan beragam buku bacaan.
14) Tim literasi sekolah bertugas melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen program literasi sekolah.
15) Sekolah berjejaring dengan pihak eksternal untuk pengembangan program literasi sekolah dan pengembangan professional warga sekolah tentang literasi.


Friday, October 8, 2021

Pentingnya Membaca



Membaca pada era globalisasi sekarang ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk membentuk perilaku seorang siswa. Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Kegiatan membaca erat hubungannya dengan minat membaca itu sendiri, tanpa adanya minat siswa tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang ada dalam diri setiap manusia. Meskipun motivasinya sangat kuat, tetapi jika minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang dimotivasikan pada kita. Begitu pula halnya kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat teratas, karena tanpa minat seseorang sukar akan melakukan kegiatan membaca 



Minat membaca adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri. Minat membaca juga diartikan sebagai sikap positif dan adanya rasa keterikatan dalam diri terhadap aktivitas membaca dan tertarik terhadap buku bacaan. Minat membaca meliputi perasaan senang terhadap buku bacaan, kesadaran akan manfaat membaca, jumlah buku bacaan yang pernah dibaca, dan perhatian terhadap buku bacaan. 

Kebiasaan membaca merupakan salah satu bentuk minat terpola, dimana kebiasaan itu hadir akibat adanya pengaruh yang diberikan secara signifikan kepada seseorang. Kebiasaan membaca timbul karena adanya motivasi yang diberikan guru kepada siswa untuk menyadari manfaat yang dapat dirasakan dari membaca untuk kehidupannya. Sehingga tidak diragukan lagi, bahwa kegiatan membaca merupakan sarana penting bagi setiap orang yang ingin maju. Begitu pula dengan para pelajar, membaca merupakan suatu keharusan untuk meningkatkan tidak hanya pengetahuan tetapi juga hasil belajar. Sebagai seseorang yang berperan dalam pembinaan kegiatan membaca di kalangan siswa maka tugas guru adalah memberikan motivasi untuk mendorong kesadaran siswa agar mau melakukan kegiatan membaca. 

Manfaat Membaca





Banyak manfaat yang diperoleh dari membaca. Dengan membaca siswa dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan, menambah informasi bagi diri sendiri, meningkatkan pengetahuan serta menambah ide. Jadi jelas pengaruh bacaan sangat besar terhadap peningkatan cara berfikir seorang siswa. 

Beberapa manfaat membaca, antara lain: 

1. Meningkatkan pengembangan diri siswa Dengan membaca siswa dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, sehingga daya nalarnya berkembang dan berpandangan luas yang akan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. 

2. Memenuhi tuntutan intelektual Dengan membaca buku maupun sumber-sumber bacaan lain seperti surat kabar maupun berita dan artikel-artikel di internet, pengetahuan bertambah dan perbendaharaan katakata meningkat, melatih imajinasi dan daya pikir sehingga terpenuhi kepuasan intelektual. 

3. Memenuhi kepentingan hidup, dengan membaca siswa akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan mereka sehari-hari. 

4. Meningkatkan minat siswa terhadap suatu bidang Mengetahui hal-hal yang aktual, dengan membaca siswa dapat mengetahui peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di seluruh dunia yang mungkin berhubungan materi pelajaran, sehingga siswa dapat menerapkan dengan kehidupan nyata.

Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.





Kegiatan rutin ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Tujuan umum gerakan literasi sekolah yaitu untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Selain itu adapula tujuan khusus gerakan literasi sekolah diantaranya yaitu:



  • Menumbuh kembangkan budaya literasi di sekolah.
  • Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
  • Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
  • Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

Kegiatan Literasi di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya telah berjalan dengan baik sesuai dengan Visi dan Misi SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Kegiatan ini dikelola oleh TIM Literasi Sekolah . Pepustakaan yang merupakan pusat dari literasi sekolah dimanfaatkan oleh siswa dalam melaksanakan program literasi, selain itu setiap kelas memiliki pojok baca.

Prinsip literasi sekolah merupakan pedoman yang mendasari gerakan literasi sekolah. Adapun prinsip literasi sekolah adalah sebagai berikut.
  • Literasi sekolah harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya.
  • Pelaksanaannya harus berimbang dengan berbagai jenis/ragam teks serta memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan peserta didik.
  • Berlangsung secara terintegrasi dan menyeluruh untuk semua kurikulum.
  • Literasi sekolah harus dijalankan secara berkelanjutan.
  • Literasi harus disertai kegiatan kecakapan dalam berkomunikasi secara lisan.
  • Dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman.

Kegiatan literasi sekolah bisa diisi secara bervariasi, bergantung pada kreativitas peserta didik, kegiatan Literasi yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya adalah :
Kegiatan wajib kunjungan ke perpustakaan
Pembuatan mading kelas atau sekolah setiap minggu/bulan.
Membaca surat pendek dari Alqur'an setiap awal pelajaran
Membaca buku non pelajaran .
Membuat pohon literasi di setiap mading kelas.
Kegiatan menghafal kosa kata baru dan menuliskannya dalam bentuk kalimat.
Mengadakan perlombaan karya literasi setiap satu semester.
Membuat perpustakaan mini / Pojok Literasi di dalam kelas beserta spot membaca yang  nyaman.

Friday, September 24, 2021

Kerjasama dengan Bank Jatim Syariah

Apakah Honor Anda sudah dikelola bank? Perkembangan teknologi di era modern pastinya membawa dampak positif bagi pengelolaan keuangan sekolah. Salah satunya adalah dengan terciptanya sistem penggajian yang dapat memudahkan proses pengelolaan .

Mengingat urusan penggajian merupakan hal yang krusial dan menyangkut hak dasar guru dan tenaga kependidikan, maka tim bendahara sekolah wajib memperhatikannya dengan cermat. Kehadiran sistem yang memudahkan perhitungan komponen terkait gaji sampai pembayaran gaji ini, dapat meminimalisasi terjadinya kekeliruan dalam penghitungan dan penginputan data terkait penggajian.

Keuntungan pembayaran gaji lewat bank
1. Menghemat Waktu
Proses pengelolaan dan pendistribusian gaji melalui bank lebih hemat biaya karena segalanya dapat diselesaikan hanya dengan satu sistem. Selain itu, masing-masing bank juga terkadang memiliki kebijakan administrasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

2. Lancarnya Pengelolaan Gaji Karyawan
Menggunakan  bank, proses pengelolaan gaji menjadi lebih lancar dan mudah. Hal itu dikarenakan seluruh data rekening karyawan sudah terintegrasi dengan layanan bank. Selain itu, masalah pengiriman gaji karyawan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari, yang mengarah pada terhindarnya keterlambatan pendistribusian gaji. Proses penggajian jauh lebih sederhana dan praktis dengan adanya dukungan dari bank.






Maryam (SMP Muhammadiyah 1 Surabaya) Juara 1 Lomba Vlog The Invincible Memoars of Kembang Jepun

http://surabaya-memory.petra.ac.id/index.php?r=site/acara
Pengumuman Lomba Surabaya Memory "Ayo Rek, Bangkit!"

Berdasarkan penilaian para juri lomba, berikut ini Panitia Surabaya Memory 2021 "Ayo Rek, Bangkit!" menyampaikan nama para pemenang masing-masing lomba. Karya para peserta lomba masing-masing merupakan karya yang bagus, kreatif dan bersaing nilai cukup ketat satu sama lain, dan berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan, antara lain ide, kreatifitas, maupun orisinalitas, maka para juri memberikan keputusan penetapan para juara lomba Surabaya Memory 2021 "Ayo Rek, Bangkit!" adalah sebagai berikut:

Lomba Vlog
Juara 1, nilai 790
The Invincible Memoars of Kembang Jepun
Maryam (SMP Muhammadiyah 1 Surabaya)

Juara 2, nilai 660
Komplek Makam Sunan Botoputih
Iqbal Nailil Safa Rahagi (SMPN 38 Surabaya)

Juara 3, nilai 640
Kampung Herbal Nginden Jangkungan
Natalia Dwi Anggraeni (SMPN 19 Surabaya)


Lomba Bertutur Kearifan Lokal Surabaya
Juara 1, nilai 200
Judul cerita: Sawunggaling
Muhammad Ridho Maulana / TBM RW.6 Banyu Urip Surabaya
(SDN Banyu Urip 3/ 364, Surabaya)

Juara 2, nilai 199
Judul cerita: Legenda Empu Supo
Vian Firjatuloh Wibowo / TBM Kelurahan Kedurus Surabaya

Juara 3, nilai 198
Judul cerita: Asal-usul Surabaya
Jasmine Bilqis / TBM RW. 5 Siwalankerto Surabaya
(SD Kyai Ibrahim, Surabaya)


Lomba Menulis Cerpen Kearifan Lokal Surabaya
Juara 1, nilai 650
Judul karya: Larung yang Terlewati
Dika Muhammad Asrori

Juara 2, nilai 642
Judul karya: Lestari Tariku
Clarissa

Juara 3, nilai 630
Judul karya: Petualangan Punden Ngesong
Arlyno Kaka Syahputra
(SDN Dukuh Kupang 3/ 490)


Lomba Fotografi
Juara 1, nilai 165
Arif Rahman Yuniawan

Juara 2, nilai 164
Arif Maulana Akhsan

Juara 3, nilai 161
Bayu Agung Sukmana


Para pemenang lomba yang namanya terpilih sebagai pemenang diharapkan dapat menghubungi Panitia, melalui
Bapak Billy
WA: 0857 0790 7848
dengan memberikan nama lengkap, alamat lengkap beserta nomor rekening.

Atas nama seluruh Panitia Surabaya Memory 2021, Surabaya Memory mengucapkan selamat kepada para pemenang, serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah dengan penuh semangat dan berjerih lelah berkreasi dalam karya foto/ video/ tulisan dan berpartisipasi dalam lomba. Semoga tetap bersemangat dan tak tidak kenal menyerah dalam setiap karya.

Tetap ikuti info tahunan dari Surabaya Memory, semoga dalam kondisi yang lebih baik akan dapat diselenggarakan dengan lebih meriah dan dengan acara seru yang lebih banyak lagi seperti pelatihan, workhsop, serta pameran, dan tentunya lomba untuk sekeluarga. Salam sehat dan sukses selalu.

Panitia

_____________________________________________________

Lihat Pengumuman Lomba Surabaya Memory "Ayo Rek, Bangkit!"




1. Lomba Vlog (untuk siswa SMP)


Untuk lomba vlog ini peserta menggambarkan opininya (boleh paparan atau deskripsi adegan) tentang suatu tempat atau bangunan bersejarah di Surabaya, dengan durasi maksimal 5 menit.

Penilaian : Kesesuaian tema, ide cerita, videografis
Peserta  : Siswa SMP
Pelaksanaan : Karya berbentuk file video diupload melalui form online pendaftaran lomba di
https://petra.id/sm2021.ayo.rek.bangkit paling lambat tanggal 28 Agustus 2021.
Pendaftaran : Gratis

Hadiah Lomba :
Juara 1 Rp 1.000.000,- dan sertifikat
Juara 2 Rp 750.000,- dan sertifikat
Juara 3 Rp 500.000,- dan sertifikat

Syarat dan ketentuan:



Karya vlog yang diupload berupa video dalam format *.mp4 dengan ukuran tidak melebihi 500 MB (lima ratus megabyte) dalam resolusi minimal 720p.


Vlog tidak mengandung unsur penghinaan terhadap SARA, pornografi, radikalisme, kekerasan atau nilai yang melanggar etika/ hukum/ norma yang berlaku.


Vlog bersifat orisinal, tidak plagiasi, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun dan belum pernah dilombakan sebelumnya.


File vlog yang diupload diberi nama dengan format: Lomba Vlog_(judul vlog)_(nama peserta).
Contoh penamaan: Lomba Vlog_Jembatan Merah Kini_Marsel Winata





2. Lomba Bertutur Kearifan Lokal Surabaya (untuk siswa SD kelas 4, 5, dan 6)


Peserta mengumpulkan karya berupa video rekaman dirinya bertutur tentang Suroboyoan (atau mendongeng dengan tema Suroboyoan), durasi waktu 3 – 7 menit, boleh menggunakan alat peraga ataupun kostum, lokasi boleh indoor atau outdoor.

Tema : Suroboyoan
Penilaian : penguasaan materi, cara bertutur, kemampuan/ skill
Peserta : siswa SD kelas 4, 5, 6
Pelaksanaan : Video rekaman diupload melalui form online pendaftaran lomba di
https://petra.id/sm2021.ayo.rek.bangkit paling lambat tanggal 28 Agustus 2021.
Pendaftaran : Gratis

Hadiah Lomba:
Juara 1 Rp 750.000,- dan sertifikat
Juara 2 Rp 500.000,- dan sertifikat
Juara 3 Rp 300.000,- dan sertifikat

Syarat dan ketentuan:



Karya yang diupload berupa video dalam format *.mp4 dengan ukuran tidak melebihi 500 MB (lima ratus megabyte) dalam resolusi minimal 720p.


Video tidak mengandung unsur penghinaan terhadap SARA, pornografi, radikalisme, kekerasan atau nilai yang melanggar etika/ hukum/ norma yang berlaku.


Video bersifat orisinal, tidak plagiasi, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun dan belum pernah dilombakan sebelumnya.


File video diberi nama dengan format: Lomba Bertutur_ (judul karya)_(nama peserta).
Contoh penamaan: Lomba Bertutur_Suroboyo Kompak Nglawan Pandemi_Marsel Winata.







3. Lomba Fotografi "Ayo Rek, Bangkit!" (untuk umum/ perorangan)


Semangat “Ayo Rek Bangkit” menjadi kekuatan bagi masyarakat Surabaya dalam menjalani kehidupan pada masa Pandemi Covid-19 ini.
Tema : Ayo Rek, Bangkit!
Penilaian : kesesuaian tema, komposisi objek, point of view
Peserta : Umum
Pelaksanaan : Foto diupload melalui form online pendaftaran lomba di
https://petra.id/sm2021.ayo.rek.bangkit paling lambat tanggal 28 Agustus 2021
Pendaftaran : Gratis

Hadiah Lomba:
Juara 1 Rp 1.500.000,- dan sertifikat
Juara 2 Rp 1.000.000,- dan sertifikat
Juara 3 Rp 700.000,- dan sertifikat

Syarat dan ketentuan:

Foto adalah karya asli, belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun.
Teknik pengambilan foto bebas dan diperbolehkan menggunakan kamera ponsel/ smartphone, pocket camera, atau DSLR.

Setiap file foto diberi nama dengan format: Lomba Fotografi_(judul foto)_(nama fotografer)(nomor file).
Contoh penamaan: Lomba Fotografi_Ayo Rek Kompak Nglawan Pandemi_Marsel Winata1
Setiap peserta dapat mengirimkan foto maksimal 3 (tiga) buah foto.
Karya pemenang menjadi hak milik Panitia.

4. Lomba Menulis Cerpen (untuk siswa SD kelas 4, 5, dan 6)


Dalam lomba ini peserta membuat cerita pendek dengan pilihan: boleh sebanyak 1 halaman (250 – 300 kata), atau sebanyak 2 halaman (600 – 700 kata), jenis font Arial, size 12 ukuran paper A4.

Tema : Kearifan Lokal Surabaya
Penilaian : kesesuaian tema, cerita, tokoh dan penokohan, alur, latar, amanat
Peserta : Siswa SD kelas 4, 5, 6
Pelaksanaan : file cerpen diupload melalui form online pendaftaran lomba di
https://petra.id/sm2021.ayo.rek.bangkit paling lambat tanggal 28 Agustus 2021.
Pendaftaran : Gratis

Hadiah Lomba:
Juara 1 Rp 750.000,- , sertifikat dan ebook kompilasi karya
Juara 2 Rp 500.000,- , sertifikat dan ebook kompilasi karya
Juara 3 Rp 300.000,- , sertifikat dan ebook kompilasi karya
10 finalis terbaik mendapatkan ebook kompilasi karya

Syarat dan ketentuan:

Cerita pendek tidak mengandung unsur penghinaan terhadap SARA, pornografi, radikalisme, kekerasan atau nilai yang melanggar etika/ hukum/ norma yang berlaku.


Cerita pendek diketik dan dikirimkan dalam format *.pdf, boleh juga dalam dokumen *.doc atau *.docx.


Setiap file cerpen diberi nama dengan format: Lomba Cerpen_(judul cerpen)_(nama penulis).
Contoh penamaan: Lomba Cerpen_Semangat Persatuan di Kampungku_Marsel Winata


Cerita pendek bersifat orisinal, tidak plagiasi, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun dan belum pernah dilombakan sebelumnya.


Ammar Yusuf Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surabaya Menjadi Pembaca Doa Pandu Digital



Kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan potensi peserta didik, dapat memberikan dampak positif dalam penguatan pendidikan karakter serta sebagai wahana memfasilitasi pengembangan bakat dan minat peserta didik.
Ektrakurikuler Pandu Digital merupakan kegiatan ekstrakurikuler atau eskul yang dilakukan di luar jam pelajaran untuk membantu membentuk karakter peserta didik serta mendapatkan tambahan pengetahuan,keterampilan dan wawasan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan tujuan Mewujudkan Peserta Didik yang Berkompetensi Digital, Berkarakter Pancasila dan Berwawasan Global Menuju Indonesia Emas.
Melalui kegiatan Rutin setiap Sabtu Satuan Tugas Pandu Digital Nasional melaksanakan kegiatan Saturday Digital.
Ayo bergabung pada tanggal 25 September 2021 Pukul 14.00 s.d 16.00 WITA

NARASUMBER
Narasumber : Muh. Zainal Abidin, S.Pd.Gr (Trainer Eskul Pandu Digital)
Materi : Digital Character - Etika Kewargaan Digital
Moderator : Hamida Enre, S.Pd.I
UPT SPF SDI Bertingkat Kelapa Tiga
Penampilan :
Puisi : Tesa Kaunang
Siswi UPT SMKN 1 Pangkep
Doa : Ammar Yusuf
Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surabaya
Tempat Kegiatan : Zoom Meeting (Link akan dikirimkan di grup sebelum kegiatan berlangsung)

Jangan lewatkan kegiatannya karena Ada DoorPrize Mini Gold Di akhir acara.
Bapak/Ibu Kepala Sekolah/Guru, daftarkan sekolahnya untuk program ekstrakurikuler pandu digital, dan berikan kesempatan siswa(i)nya untuk mengembangkan kecakapan digital dan pembentukan karakternya
Tunggu apalagi ... Siapkan SDM Talenta Digital Siswa(i) sejak dini

^ Raih badge kelas belajarmu
^ Raih pin bintangmu
^ Ikuti Jambore TIKnya

Informasi :
CMS & LMS : https://eskulpandudigital.or.id/
Fanpage FB : https://www.facebook.com/eskulpandudigital
Instagram : https://www.instagram.com/ekskulpandudigital/
Youtube : Pinisi Channel

Terima Kasih

Ketua Satgasnas Pandu Digital JSDI

#EkstrakurikulerPanduDigital
#DigitalSaturday
#LiterasiDigital
#DigitalCharacter
#DigitalSafety
#DigitalSkill
#DigitalCreative

Sunday, August 15, 2021

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke -76





Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, yang dibacakan olehSoekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat. Kata-kata dan deklarasi proklamasi tersebut harus menyeimbangkan kepentingan kepentingan internal Indonesia dan Jepang yang saling bertentangan pada saat itu. Proklamasi tersebut menandai dimulainya perlawanan diplomatik dan bersenjata dari Revolusi Nasional Indonesia yang berperang melawan pasukan Belanda dan warga sipil pro-Belanda, hingga Belanda secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949. Pada tahun 2005, Belanda menyatakan bahwa mereka telah memutuskan secara de facto tanggal 17 Agustus 1945 sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia.





Saturday, August 14, 2021

Vaksin Sinovac Dosis Ke-2 Bagi Siswa



Yth. Bapak/Ibu KS SMP/Mts Negeri dan Swasta Terlampir.

Dimohon bantuan Saudara untuk menghadirkan siswa dalam rangka vaksinasi covid 19 dosis 2 Sinovac pada :

Hari : Kamis, 12 Agustus 2021
Pukul : Sesuai dengan lampiran
Tempat : Gedung Islamic Centre Surabaya
Jalan Dukuh Kupang 122-124, Surabaya,

Keterangan:
1. Siswa telah mengikuti vaksin dosis 1 SINOVAC di Gelora 10 November 2021 (menunjukkan kitir/kartu vaksinasi).
2. Harap membawa foto copy Kartu Keluarga-KK atau KTP.
3. Dalam pelaksanaan harap didampingi oleh orang tua atau wali dan membawa bolpoin sendiri.
4. Sudah mengisi Surat Persetujuan/ Penolakan Medis Khusus (inform concern)
5. Harap memakai seragam sekolah untuk SMP/MTs memakai putih biru.
6. Harap hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
7. Harap Kepala Sekolah dan Guru mendampingi selama kegiatan berlangsung

Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.






Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Jawa Timur 2019




Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima 31 guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/8/2019). Di antara para guru tersebut ada Roro, Guru SMP Muhammadiyah 1 Surabaya sebagai guru berdedikasi SMP mewakili Jawa Timur.  Para guru dan tenaga kependidikan tersebut akan mengikuti lomba di tingkat nasional dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Republik Indonesia pada tanggal 12-18 Agustus 2019 di Jakarta.

Kegiatan pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional di Jakarta diselenggarakan tersebar di empat tempat kegiatan lomba dengan pembagian kategori berdasarkan kategori guru jenjang pendidikan PAUD dan Dikmas, guru jenjang pendidikan dasar, guru jenjang pendidikan menengah, serta kategori tenaga kependidikan pendidikan dasar dan menengah.

Bidang yang dilombakan di tingkat nasional antara lain tes kompetensi mata pelajaran, tes keptibadian, wawancara, ptesentasi best practice dan table topic yang merupakan tes bagi peserta untuk mengetahui pengetahuan, serta ketangkasan peserta dalam menjawab pertanyaan dari tim juri.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan sekaligus memberi semangat kepada para guru dan tenaga kependidikan yang akan berangkat ke Jakarta. Mereka diharapkan tidak sekedar mentargetkan memenangkan perlombaan dan berprestasi di tingkat nasional, tetapi bisa menjadi referensi bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Para guru dan tenaga kependidikan yang terbaik di tingkat provinsi, sekarang akan berjuang di tingkat nasional. Ketika mendapatkan apresiasi, harus menjadi referensi bagi yang lain, ujar orang nomor satu di Jatim.

Ia menjelaskan, dengan menjadi referensi, maka orang lain bisa mengetahui mengenai standar guru atau tenaga kependidikan. Mereka harus siap menjadi mentor atau tutor bagi yang lain.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, tugas guru saat ini berat karena berhadapan dengan digitalisasi informasi dan teknologi yang dahsyat. Perkembangan ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas guru secara kontinyu.
 



Sunday, August 8, 2021

Menggambar Benda

Assalamualaikum, Wr. Wb.
Semangat anak-anak kelas 7 yg hebat..
Perkenalkan nama saya SUPRIYANTO guru Seni Budaya.
Hari ini kalian akan belajar Tentang Seni Rupa. Sebelum memulai kegiatan pada hari ini yuk kita awali dengan berdoa
Simak video dibawah ini.......!!!
Kemudian kerjakan tugasnya yaaa.......!!!
Apabila ada yg ditanyakan atau kurang jelas dari isi video itu, silahkan tanya langsung ke Bapak Suprijanto
Guna mempercepat penilaian. Foto hasil kerjamu. Langsung japri ke Bapak Suprijanto
Ok.......!!!
Trimakasih.


Juara Video pembelajaran IPA K3S SMP/MTs Muhammadiyah Kota Surabaya

💫 Launching Kanal Youtube Media Pembelajaran Pelajar Surabaya Tahun Pelajaran 2021/2022, SMP/MTS Muhammadiyah Se-Kota Surabaya

K3S SMP/MTs Muhammadiyah Kota Surabaya

Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada:
📜Hari/Tanggal : Sabtu, 31 Juli 2021
⏰Waktu : Pukul 09.00 s.d selesai
📡Media : Zoom Meeting https://us02web.zoom.us/j/9354100647?pwd=am15ZFBJNkR2YVVKMmpEdFllcXZ4dz09
Meeting ID : 935 410 0647
Passcode : mudipat
Link youtube: Mudipat TV live

Susunan Acara
1. 08.30: persiapan Mengondisikan peserta
2. pembukaan oleh MC: Ust. Novi Amirul Fatah, M.Pd
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya & Mars Muhammadiyah ( MC ),Ust. Arief Himawan, SS, M.Pd.I
4. Pembacaan ayat suci al-Qur'an,(Peserta didik M6)
5. Sambutan ketua K3SM,Ust. Imam Sapari, S.HI, M.Pd.I
6. Launching Kanal Youtube Pelajar Surabaya oleh Majelis Dikdasmen PDM,
7. Pemberian reward MGMP terbaik dan reward pembuat media terbaik oleh K3SM(Ketua, Kurikulum, Humas)
8. Pengarahan dan motivasi oleh Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur,DR. Arbaiyah Yusuf, MA
9. Penutup dan Do'a,Ust. Dikky Syadqomullah, S.HI, M.HES.