Tuesday, October 24, 2023

Metode Pembelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya

Metode pembelajaran adalah suatu proses sistematik dan terencana yang digunakan oleh pendidik atau guru untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Sumber lain juga menggambarkan metode pembelajaran sebagai strategi atau taktik dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar di kelas yang digunakan oleh pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Melalui pendekatan ini, diharapkan agar pelaksanaan proses belajar-mengajar dapat berlangsung dengan efektif. Oleh karena itu, bagi seorang pendidik, pemahaman akan berbagai metode pembelajaran sangat penting agar siswa merasa lebih bersemangat saat mengikuti pembelajaran di kelas. Selain itu, pemilihan metode yang sesuai juga membantu mencegah siswa merasa bosan atau jenuh selama proses belajar-mengajar berlangsung.

Metode pembelajaran adalah pendekatan atau teknik yang digunakan oleh pendidik (guru, instruktur, atau fasilitator) untuk membantu siswa memahami dan menguasai materi pelajaran. Berikut adalah beberapa metode pembelajaran yang umum digunakan:

1. Diskusi Kelompok (Group Discussion)





Diskusi Kelompok (Group Discussion): Siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan tugas atau pertanyaan untuk didiskusikan bersama. Metode ini mendorong siswa untuk berinteraksi dan berbagi pemahaman.

2. Belajar Mandiri (Self-directed Learning)




Belajar Mandiri (Self-directed Learning): Siswa diberi kebebasan untuk belajar secara mandiri dengan bimbingan guru. Mereka dapat memilih materi, sumber daya, dan metode belajar sesuai dengan preferensi masing-masing.

3. Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning)






Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning): Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek atau tugas tertentu. Ini mendorong keterlibatan, komunikasi, dan pembagian pengetahuan antar siswa.

5. Metode Demonstrasi (Demonstration)


Metode Demonstrasi (Demonstration): Guru atau instruktur menunjukkan bagaimana suatu tugas atau konsep dilakukan. Ini sangat efektif untuk pembelajaran praktis, seperti dalam mata pelajaran seni atau sains.

6. Metode Penelitian (Inquiry-based Learning)





Metode Penelitian (Inquiry-based Learning): Siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menjawab pertanyaan mereka sendiri melalui penelitian. Ini mendorong pemikiran kritis dan  kemandirian.

7. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning)






Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning): Siswa belajar melalui proyek-proyek yang melibatkan pemecahan masalah, penelitian, dan penerapan konsep dalam situasi nyata.

8. Pembelajaran Daring (Online Learning)





Pembelajaran Daring (Online Learning): Siswa belajar melalui platform online, mengakses sumber daya digital dan berpartisipasi dalam kelas virtual.


8. Pembelajaran Berbasis Game (Game-based Learning)






Pembelajaran Berbasis Game (Game-based Learning): Metode ini menggunakan permainan atau simulasi untuk mengajarkan konsep-konsep tertentu dan mendorong interaksi siswa.

9. Metode Visual (Visual Learning)


Metode Visual (Visual Learning): Siswa menggunakan gambar, diagram, dan grafik untuk membantu pemahaman konsep.


10. Metode Mendengarkan (Auditory Learning)






Metode Mendengarkan (Auditory Learning): Siswa memproses informasi dengan mendengarkan kuliah, rekaman, atau diskusi lisan.

11. Metode Ceramah (Lecture)




Metode Ceramah (Lecture): Guru memberikan penjelasan kepada siswa secara lisan. Ini adalah metode yang paling umum digunakan dalam pengajaran, terutama untuk menyampaikan informasi dasar.

12. Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) 



Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferensi. Proses di atas disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind.

Ada pun langkah kerja model pembelajaran Discovery Learning:
1)Pemberian rangsangan (stimulation)
2)Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement)
3)Pengumpulan data (data collection)
4)Pengolahan data (data processing)
5)Pembuktian (verification)
6)Menarik simpulan/generalisasi (generalization)

Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan, dan pilihan metode tergantung pada konteks, tujuan pembelajaran, dan preferensi siswa. Kombinasi beberapa metode seringkali memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih seimbang dan efektif.
























Saturday, October 21, 2023

Manajemen pengelolaan sekolah: Kerjasama dengan konselor, pengawas, narasumber, komite, penyelenggara lembaga pendidikan untuk meningkatkan mutu dan mengambil kebijakan sekolah

Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa dilihat dari beberapa faktor sebagai indikator kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah.

Narasumber Pesantren Jumat Sabtu. Narasumber Pesantren Jumat Sabtu adalah ustadz yang memberikan atau mengetahui secara jelas tentang suatu informasi, atau menjadi sumber informasi untuk acara pesantren Jumat Sabtu

Kerjasama dengan Puskesmas untuk Tes Buta Warna

Kerjasama dengan Puskesmas untuk Kesehatan Gigi


Kerjasama dengan Puskesmas untuk Vaksin Covid

Kerjasama dengan pengawas sekolah agar mutu pendidikan lebih baik


Kerjasama dengan pengawas sekolah agar mutu pendidikan lebih baik


Kerjasama dengan beberapa pengawas sekolah agar mutu pendidikan lebih baik. Pengawas sekolah dapat menjadi motor penggerak dalam mendorong perbaikan berkelanjutan dengan menggunakan hasil identifikasi refleksi untuk merumuskan strategi dan rencana tindak perbaikan yang efektif. Mereka dapat bekerja sama dengan staf sekolah dalam melaksanakan tindakan perbaikan dan memastikan implementasinya

Kerjasama dengan penyelenggara lembaga pendidikan untuk meningkatkan mutu dan mengambil kebijakan sekolah


Upgrading merupakan kegiatan untuk meningkatkan motivasi dalam organisasi, evaluasi kinerja selama setengah kepengurusan, sharing-sharing, dan progres kinerja selama setengah kepengurusan dan yang akan datang. Kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai modal dasar pembangunan nasional, baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang perlu sekali ditingkatkan dan dikembangkan. Dunia pendidikan mempunyai peranan yang cukup besar dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Sejalan dengan hal itu, pembentukan masyarakat Indonesia baru, visi pendidikan dirumuskan sebagai pendidikan yang mengutamakan kemandirian menuju keunggulan untuk meraih kemajuan dan kemakmuran

Narasumber: Duta Trantibum

Sebagai wujud dan implementasi Duta Trantibum maka pada Hari Rabu 10 Mei 2023 lalu, Satpol PP Goes To School menyelenggarakan Road Show ke SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Pelajar Duta Trantibum SMP Muhammadiyah 1 Surabaya mengusung tema Gerakan Anti Kekerasan , dengan tema tersebut, pelajar SMP Muhammadiyah 1 Surabayamenggiatkan kampanye anti kekerasan.


Narasumber: Satpol PP , Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan Duta Trantibum


Seribu Senyum bersama @mai_surabaya melalui program "Amil Goes To School" kembali menyelenggarakan sosialisasi mengenai pencegahan penyakit anemia pada remaja putri.
Salah satu sekolah yang menjadi kunjungan adalah SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada kesehatan remaja putri dengan melakukan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dan anemia pada Remaja Selain memberikan penyuluhan Seribu Senyum juga memberikan paket nutrisi dan juga pemeriksaan HB. Alhamdulillah, mereka sangat senang sekali dengan adanya kegiatan ini


Pemeriksaan HB Siswi Kerja sama dengan @mai_surabaya melalui program "Amil Goes To School" 


Bekerjasama dengan Kinemaster Indonesia dalam Pelatihan membuat Video Bagi Siswa
5 Karya Terbaik Mendapat Hadiah dari Kinemaster



















Kegiatan Dalam Tim Kerja Untuk Menciptakan Materi Pembelajaran Yang Beragam dan Menarik








Menciptakan materi pembelajaran yang beragam dan menarik memerlukan kolaborasi dalam tim kerja. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam tim untuk menciptakan materi pembelajaran yang bervariasi dan menarik: a) Penentuan Tujuan Pembelajaran: Pertemuan awal tim harus dimulai dengan menentukan tujuan pembelajaran yang jelas. Apa yang ingin dicapai dengan materi ini? Apa yang perlu diajarkan kepada siswa? b) Pemilihan Materi dan Sumber Belajar: Anggota tim dapat bersama-sama mengidentifikasi materi yang relevan dan sumber belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran. c) Pembagian Tugas: Setiap anggota tim dapat diberikan tanggung jawab tertentu, seperti mencari sumber belajar, merancang aktivitas, atau menyusun konten. Pembagian tugas harus sesuai dengan keahlian dan minat masing-masing anggota tim. d) Perencanaan Kurikulum: Tim dapat bersama-sama merencanakan kurikulum yang mencakup beragam topik dan metode pembelajaran. Pastikan materi mencakup berbagai tingkatan kesulitan. e) Diskusi Ide: Diskusikan ide-ide kreatif dan inovatif tentang cara menyampaikan materi pembelajaran. Berikan waktu untuk berbagi gagasan dan memberikan masukan. f) Pengembangan Materi: Anggota tim dapat mulai mengembangkan materi pembelajaran, termasuk pembuatan presentasi, materi tertulis, video, gambar, dan lain sebagainya. g) Pembuatan Aktivitas Interaktif: Pertimbangkan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang interaktif, seperti kuis online, permainan, atau diskusi kelompok, untuk membuat pembelajaran lebih menarik. h) Ulasan dan Koreksi: Setelah materi selesai, tim dapat melakukan ulasan bersama untuk memastikan semua informasi akurat dan relevan. i) Pengujian: Cobalah materi pembelajaran pada sejumlah kecil peserta uji coba untuk mengumpulkan umpan balik mereka. Pengujian ini akan membantu dalam memperbaiki dan menyesuaikan materi. j) Revisi dan Perbaikan: Berdasarkan umpan balik dari pengujian, lakukan revisi dan perbaikan pada materi sesuai kebutuhan. k) Penyusunan Materi Final: Setelah revisi, susun materi pembelajaran akhir dalam format yang dapat diakses oleh siswa. l) Evaluasi Hasil Pembelajaran: Setelah materi digunakan dalam kelas, tim dapat mengevaluasi hasil pembelajaran dan mengukur apakah tujuan pembelajaran tercapai. m) Refleksi: Setelah penggunaan materi, tim dapat melakukan refleksi dan mengevaluasi proses pembuatan materi. Apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan? n) Penyimpanan dan Penyebaran Materi: Simpan materi pembelajaran agar dapat digunakan di masa depan, dan sebarkan kepada siswa atau guru lain yang membutuhkannya.

Kolaborasi dalam tim membantu memastikan materi pembelajaran yang beragam dan menarik yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran.


Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 1 Surabaya



Struktur organisasi SMP Muhammadiyah 1 Surabaya adalah kerangka atau tata letak yang mengatur bagaimana sekolah diorganisasi dan dijalankan. Struktur organisasi ini mencakup berbagai elemen dan komponen yang membentuk hierarki administratif, serta cara berinteraksi dan mengambil keputusan di dalam SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Di bawah ini adalah komponen utama dari struktur organisasi sekolah yang umum:

Kepala Sekolah: Bapak Iswahyudi, S.Si.
Kepala Sekolah adalah pemimpin utama sekolah. Kepala Sekolah bertanggung jawab atas pengelolaan umum, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Kepala sekolah biasanya bekerja sama dengan kepala urusan dan komite sekolah.

Komite: komite adalah kelompok orang tua, dan kadang-kadang anggota masyarakat yang memiliki peran dalam pengambilan keputusan penting dan arah sekolah. Komite biasanya terdiri dari orang tua siswa yang memberikan masukan dan rekomendasi kepada kepala sekolah .

Staf Administratif: Staf administratif meliputi sekretaris sekolah, petugas administrasi, dan staf dukungan lainnya yang membantu dalam menjalankan operasi sehari-hari sekolah.

Guru: Guru adalah komponen inti dari sekolah yang bertanggung jawab atas pengajaran dan pendidikan siswa. Mereka mengembangkan kurikulum, mengajar pelajaran, dan memberikan bimbingan kepada siswa.

Siswa: Siswa adalah kelompok utama dalam struktur organisasi sekolah, dan mereka adalah yang menerima pendidikan. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan sekolah dan belajar di bawah bimbingan guru.

Kepala Urusan: Ini mencakup staf lain seperti petugas kebersihan, katering, petugas keamanan, dan lain-lain yang mendukung operasi sekolah sehari-hari.

Bagian Administrasi: Bagian administrasi meliputi fungsi-fungsi seperti keuangan, sumber daya manusia, dan pengembangan sekolah.

Friday, October 13, 2023

Selamat Bertugas


Kepala sekolah memiliki berbagai tanggung jawab dan tugas dalam mengelola sebuah sekolah. Berikut adalah beberapa tugas utama kepala sekolah:

1. Pengelolaan Sekolah:Mengelola operasional sehari-hari sekolah, termasuk pengaturan jadwal pelajaran, kehadiran siswa, fasilitas sekolah, dan staf. Membuat kebijakan sekolah dan memastikan penerapannya. Mengembangkan rencana dan anggaran operasional.

2. Pengembangan Kurikulum:Membantu dalam perancangan dan pengembangan kurikulum sekolah yang sesuai dengan standar pendidikan.
Memantau dan mengevaluasi keefektifan kurikulum dalam mencapai tujuan pembelajaran.

3. Manajemen Staf:Merekrut, menggaji, dan mengelola guru dan staf sekolah. Memberikan pelatihan dan pengembangan bagi staf sekolah. Memantau kinerja staf dan memberikan umpan balik serta evaluasi.

4. Hubungan dengan Orang Tua dan Masyarakat:Berkomunikasi secara efektif dengan orang tua siswa dan mendukung keterlibatan mereka dalam pendidikan anak-anak mereka. Membangun hubungan positif dengan masyarakat sekitar dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan komunitas.

5. Pengawasan Keamanan dan Kedisiplinan:Memastikan keamanan siswa dan kedisiplinan di lingkungan sekolah. Mengelola insiden disiplin dan merancang program kedisiplinan yang efektif.

6. Evaluasi Hasil Pembelajaran:Mengawasi dan mengevaluasi hasil pembelajaran siswa. Menganalisis data hasil tes dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi siswa.

7. Pengelolaan Keuangan:Mengelola anggaran sekolah dan memastikan alokasi dana yang tepat untuk berbagai program dan kebutuhan sekolah. Memastikan kepatuhan terhadap peraturan keuangan dan melaporkan kepada instansi terkait.

8. Pengembangan Strategis:Membantu dalam merancang visi dan misi sekolah. Mengembangkan rencana strategis jangka panjang untuk sekolah. Merancang dan melaksanakan program pengembangan sekolah.

9. Kepemimpinan:Memberikan kepemimpinan yang kuat dalam mencapai visi sekolah. Memotivasi staf dan siswa untuk mencapai prestasi yang lebih baik.

Evaluasi dan Perbaikan:Melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek sekolah dan mencari cara untuk memperbaiki efisiensi dan efektivitas.

10. Keberlanjutan:Menciptakan budaya sekolah yang berfokus pada pembelajaran berkelanjutan dan inovasi.

11. Pengembangan Karir Guru:Mendorong pengembangan profesional guru dan memberikan kesempatan bagi pertumbuhan karir mereka.

12. Manajemen Krisis:Menangani situasi darurat dan krisis yang mungkin terjadi di sekolah.

Tugas kepala sekolah adalah sangat kompleks dan mencakup banyak aspek yang berkontribusi pada keberhasilan sekolah. Kepala sekolah berperan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang baik dan memberikan arahan yang dibutuhkan untuk prestasi akademik dan perkembangan siswa.

Pesantren Jumat Sabtu









Pesantren Jumat Sabtu adalah program pendidikan Islam intensif dengan waktu singkat yang  diselenggarakan Jumat dan Sabtu. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang ajaran Islam, membimbing dalam ibadah, dan meningkatkan pengetahuan agama bagi peserta yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang Islam 

Pengajaran Intensif: Program Pesantren Jumat Sabtu intensif dalam pengajaran ajaran Islam, termasuk pelajaran mengenai al-Quran, hadis, fiqh (hukum Islam), aqidah (keyakinan), dan sejarah Islam.

Sholat dan Ibadah: Peserta Pesantren Jumat Sabtu diharapkan untuk mengikuti sholat dan ibadah harian secara rutin. Mereka juga mendapatkan panduan tentang cara menjalankan ibadah dengan benar.

Kurikulum:Pembelajaran Al-Quran: Peserta belajar membaca, memahami, dan menghafal ayat-ayat al-Quran.
Hadis dan Sunnah: Memahami hadis Nabi Muhammad SAW dan praktek-praktek yang dianjurkan dalam Islam.
Fiqh (Hukum Islam): Belajar tentang hukum-hukum dalam Islam, termasuk sholat, zakat, puasa, dan lain-lain.
Aqidah (Keyakinan): Memahami prinsip-prinsip keyakinan dalam Islam.
Sejarah Islam: Menelusuri sejarah Islam dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Etika dan Akhlak: Mempelajari etika dan akhlak yang baik dalam Islam.

Pesantren Jumat Sabtu dapat menjadi cara yang efektif untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman tentang Islam . Program ini sering diadakan selama Jumat Sabtu di mana peserta ingin mendapatkan pembelajaran intensif tentang agama.