Friday, November 10, 2023

Sarana Prasarana SMP Muhammadiyah 1 Surabaya



Sarana prasarana sekolah mencakup berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan belajar-mengajar dan memastikan lingkungan yang nyaman dan aman bagi seluruh warga sekolah. Berikut adalah beberapa sarana prasarana yang umumnya ditemukan di sekolah:




Ruang Kelas:Lokasi: Ditempatkan secara strategis untuk akses mudah oleh siswa dan guru.
Penataan: Didesain dengan tata letak kursi dan meja yang mendukung pembelajaran yang efektif.


Ruang Guru:Fungsionalitas: Menyediakan tempat untuk persiapan materi pelajaran, pertemuan, dan kolaborasi antar guru.

Ruang Kepala Sekolah:Fungsi: Sebagai pusat administrasi dan pengambilan keputusan bagi pimpinan sekolah.



Ruang TU (Tata Usaha):Tata Kelola Administrasi: Tempat penyelenggaraan administrasi dan pelayanan terkait keberlangsungan operasional sekolah.



Ruang BK (Bimbingan dan Konseling):Fungsi: Memberikan layanan konseling dan bimbingan kepada siswa.



Laboratorium:Peralatan: Dilengkapi dengan peralatan dan fasilitas untuk eksperimen dan kegiatan praktis.

Perpustakaan adalah sebuah tempat yang menyediakan akses terhadap berbagai jenis bahan bacaan dan sumber informasi. Ini bisa berupa gedung fisik atau bahkan platform daring yang menyimpan dan menyediakan akses ke buku, majalah, jurnal, artikel, media digital, dan sumber daya lainnya untuk tujuan pendidikan, hiburan, dan penelitian.

Perpustakaan bukan hanya tempat untuk menyimpan buku, tetapi juga merupakan pusat pengetahuan yang membantu memfasilitasi proses pembelajaran, pemahaman, dan pertumbuhan intelektual. Fungsi perpustakaan mencakup:
  1. Akses ke Informasi: Memberikan akses kepada individu untuk menggali pengetahuan dari berbagai subjek dan topik.
  2. Tempat Belajar: Menyediakan lingkungan yang tenang dan terorganisir untuk membaca, belajar, dan melakukan riset.
  3. Sumber Daya Pendidikan: Menyediakan koleksi bahan bacaan yang mendukung kurikulum sekolah, mengaktifkan proses belajar-mengajar di sekolah dan universitas.
  4. Keterbukaan untuk Masyarakat: Membuka akses ke sumber daya bagi seluruh masyarakat, tidak hanya untuk kalangan tertentu.
  5. Inovasi dan Teknologi: Menyediakan sumber daya teknologi seperti akses internet, perangkat lunak, dan layanan digital untuk mendukung penelitian dan eksplorasi.

Perpustakaan memainkan peran penting dalam pengembangan individu, pendidikan, dan kemajuan pengetahuan. Selain itu, perpustakaan juga menjadi tempat di mana orang dapat mengeksplorasi minat mereka, merayakan keberagaman bahan bacaan, dan mengembangkan keterampilan literasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.



Perpustakaan:Koleksi Buku: Menyediakan koleksi buku dan materi bacaan yang mendukung pembelajaran.


Mushola:Tempat Ibadah: Menyediakan ruang untuk kegiatan ibadah.


Sebuah mushola sekolah yang nyaman adalah tempat yang memungkinkan siswa dan staf sekolah untuk melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Beberapa faktor yang dapat membuat mushola sekolah menjadi nyaman antara lain:
  1. Desain yang Menciptakan Ketenangan:Penataan Ruang: Mushola yang teratur dan bersih dengan penataan yang baik akan menciptakan lingkungan yang tenang.
  2. Pencahayaan yang Memadai: Pencahayaan alami atau buatan yang pas akan memberikan suasana yang nyaman dan terang.
  3. Ventilasi yang Baik: Udara segar dan ventilasi yang baik membantu menciptakan lingkungan yang nyaman.
  4. Fasilitas yang Lengkap dan Memadai:Sarana Ibadah: Sajadah (karpet shalat), Al-Qur'an, dan perlengkapan wudu (tempat wudu, air, dll.) tersedia dengan baik.
  5. Ruang Privasi: Memberikan ruang yang cukup untuk menunjang privasi bagi yang ingin beribadah.
  6. Kondisi yang Bersih: Perawatan teratur untuk menjaga kebersihan mushola.
  7. Ketersediaan Sumber Daya:Aksesibilitas: Mudah diakses oleh semua siswa dan staf sekolah.
  8. Ketersediaan Waktu: Memberikan waktu yang cukup bagi siapa pun yang ingin menggunakan mushola untuk beribadah.
  9. Pemeliharaan Kebersihan: Menjaga agar tetap bersih dan terawat, serta menghormati kebersihan dan ketertiban tempat ibadah.
  10. Konsultasi dan Umpan Balik:Melibatkan Pengguna: Mendengarkan umpan balik dari pengguna untuk terus meningkatkan kenyamanan dan kebutuhan mereka dalam menggunakan mushola sekolah.

Membuat mushola sekolah yang nyaman bukan hanya tentang membangun sebuah ruangan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman dan menghormati kebutuhan spiritual dari semua individu di sekolah.


Kantin:Pilihan Makanan: Menyediakan makanan yang sehat dan memberikan tempat bagi siswa untuk istirahat. Ruang Koperasi:Fungsi: Menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan siswa dan sekolah.




Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah):Fasilitas Kesehatan: Menyediakan fasilitas untuk perawatan kesehatan siswa dan tenaga pendidik.


Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) adalah area khusus di sekolah yang dirancang untuk memberikan layanan kesehatan dan promosi kesehatan kepada siswa. Tujuan utama dari ruang UKS adalah untuk menjaga, memantau, dan meningkatkan kesehatan siswa serta memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat.

Di ruang UKS, seringkali terdapat peralatan medis dasar dan fasilitas kesehatan seperti tempat tidur untuk penanganan pertama, peralatan pertolongan pertama, termometer, obat-obatan dasar, dan kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Selain itu, ruang ini juga bisa memiliki papan informasi tentang gaya hidup sehat, jadwal vaksinasi, dan informasi penting lainnya terkait kesehatan.

Fungsi utama ruang UKS meliputi:
  1. Pemeriksaan Kesehatan: Menyediakan tempat untuk pemeriksaan kesehatan rutin seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah.
  2. Penanganan Pertama: Menyediakan layanan pertolongan pertama pada kecelakaan kecil atau cedera ringan yang terjadi di lingkungan sekolah.
  3. Edukasi Kesehatan: Memberikan informasi dan edukasi kepada siswa tentang gaya hidup sehat, pola makan yang baik, kebersihan diri, dan pentingnya olahraga.
  4. Konseling Kesehatan: Memberikan konseling dan bantuan bagi siswa terkait masalah kesehatan mental atau emosional.
  5. Pantauan Kesehatan: Melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa, termasuk pemantauan vaksinasi dan program-program kesehatan lainnya.

Ruang UKS menjadi penting karena mendukung kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kesehatan siswa dapat terjaga dengan baik dan mereka dapat memperoleh informasi serta layanan yang diperlukan untuk menjaga gaya hidup sehat.




Tempat Parkir:Aksesibilitas: Menyediakan area parkir yang cukup untuk kendaraan siswa dan staf.


Toilet:Kebersihan: Dijaga agar selalu bersih dan berfungsi dengan baik.






Taman:Ruangan Terbuka Hijau: Memberikan ruang terbuka untuk kegiatan rekreasi dan refreshing.



Gerbang, Pagar, dan Keamanan Sekolah: Keamanan: Menjamin keamanan siswa, guru, dan aset sekolah.




Sarana untuk cuci tangan


Sarana keselamatan berupa pagar di lantai 2 dan lantai 3





Pencahayaan, Kenyamanan, dan Sirkulasi Udara:Fasilitas Lingkungan: Memastikan lingkungan belajar yang nyaman, terang, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.


Media Penunjang Pembelajaran:Teknologi: Menyediakan perangkat dan fasilitas teknologi untuk mendukung pembelajaran.




Sarana prasarana yang baik tidak hanya mencakup fisik bangunan, tetapi juga penataan, kebersihan, dan keamanan. Semua elemen ini berkontribusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh komunitas sekolah.







Pelaksanaan tata tertib warga sekolah

Pelaksanaan tata tertib di lingkungan sekolah melibatkan sejumlah aspek, termasuk prosedur penyampaian tata tertib, media yang digunakan, kepatuhan siswa terhadap tata tertib, serta kepatuhan tenaga pendidik dan nonkependidikan terhadap tata tertib. Berikut adalah poin-poin terkait:



Prosedur Penyampaian Tata Tertib:Klarifikasi Aturan: Pada awal tahun ajaran atau secara berkala, sekolah sebaiknya menyampaikan secara jelas dan rinci tata tertib yang berlaku kepada seluruh warga sekolah.
Diskusi dan Klarifikasi: Pihak sekolah dapat mengadakan sesi diskusi atau klarifikasi untuk memastikan pemahaman yang baik terkait dengan aturan-aturan yang diterapkan.


Media Penyampaian Tata Tertib:Papan Pengumuman: Papan pengumuman dapat digunakan untuk menampilkan tata tertib secara terbuka kepada seluruh anggota sekolah.
Sosial Media atau Situs Web Sekolah: Menggunakan platform online untuk menyampaikan tata tertib dan pembaruan aturan sekolah kepada seluruh komunitas.


Kepatuhan Siswa terhadap Tata Tertib Sekolah:Sosialisasi dan Pembinaan: Melibatkan program sosialisasi dan pembinaan untuk memastikan pemahaman siswa terhadap tata tertib dan konsekuensinya.
Pengawasan dan Tindak Lanjut: Memberikan pengawasan dan tindak lanjut terhadap pelanggaran tata tertib agar siswa memahami bahwa aturan harus diikuti.


Kepatuhan Tenaga Pendidik dan Nonkependidikan terhadap Tata Tertib:Pelatihan dan Pembinaan: Memberikan pelatihan dan pembinaan kepada staf tentang pentingnya menjadi teladan dalam mengikuti tata tertib sekolah.
Pengawasan dan Evaluasi: Menjalankan sistem pengawasan dan evaluasi untuk memastikan bahwa staf sekolah juga mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku.

Pelaksanaan tata tertib di sekolah merupakan fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif untuk proses pembelajaran. Dengan menyampaikan aturan dengan jelas, menggunakan media yang efektif, dan menerapkan strategi yang mendukung kepatuhan, sekolah dapat menciptakan budaya disiplin yang positif di antara seluruh warganya.




Thursday, November 9, 2023

Pawai 10 November 2023




Pawai peringatan Hari Pahlawan memiliki beberapa manfaat yang penting:

Mengenang Jasa Pahlawan: Pawai ini adalah cara untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan hidup mereka untuk kepentingan negara. Ini membantu menjaga memori dan apresiasi terhadap kontribusi yang mereka berikan. Pendidikan Sejarah: Pawai Hari Pahlawan memberikan kesempatan bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempelajari lebih banyak tentang sejarah perjuangan pahlawan nasional. Hal ini membantu mereka memahami nilai-nilai patriotisme, pengabdian, dan perjuangan yang diperlukan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Memperkuat Identitas Nasional: Pawai ini dapat memperkuat rasa identitas nasional serta memupuk semangat persatuan dan kesatuan di antara masyarakat, karena menyatukan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat untuk merayakan keberanian dan pengorbanan para pahlawan. Inspirasi dan Motivasi: Melalui pawai ini, cerita-cerita dan nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan pahlawan bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ini dapat memotivasi mereka untuk mengambil bagian dalam membangun negara dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Mempertegas Nilai-Nilai Kepahlawanan: Pawai ini juga menjadi momen untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya nilai-nilai keberanian, loyalitas, dan semangat pengabdian kepada negara. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua orang akan tanggung jawab untuk menjaga dan memperjuangkan kebebasan serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh para pahlawan.

Pawai peringatan Hari Pahlawan merupakan cara yang sangat penting untuk memelihara dan merayakan warisan pahlawan serta membangun semangat kebangsaan dan kesatuan di antara masyarakat.





 

Tata cara berpakaian


Tata cara berpakaian di lingkungan sekolah melibatkan penggunaan seragam dan atribut oleh siswa, tenaga pendidik, dan staf nonkependidikan. Berikut adalah aspek-aspek penting dalam tata cara berpakaian di sekolah:


Penggunaan Seragam dan Atribut oleh Siswa:Penyesuaian dengan Aturan Sekolah: Siswa diharapkan untuk mematuhi aturan penggunaan seragam dan atribut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh sekolah.
Keseragaman Penampilan: Penggunaan seragam membantu menciptakan keseragaman penampilan di antara siswa, mengurangi tekanan sosial, dan mempromosikan rasa persatuan.


Penggunaan Seragam dan Atribut oleh Tenaga Pendidik dan Nonkependidikan:Contoh Perilaku: Tenaga pendidik dan staf nonkependidikan diharapkan untuk menjadi contoh dalam mematuhi aturan berpakaian dan menggunakan atribut yang telah ditetapkan.
Penciptaan Citra Profesional: Penggunaan seragam atau atribut tertentu oleh staf pendidikan menciptakan citra profesionalisme dan kohesi di antara anggota staf.

Penerapan tata cara berpakaian di lingkungan sekolah tidak hanya menciptakan tampilan yang seragam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan penghargaan terhadap norma-norma sosial. Ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang teratur dan fokus, sambil membangun identitas dan kebersamaan di dalam komunitas sekolah.








Kesantunan dalam komunikasi di luar kelas

Kesantunan dalam komunikasi di luar kelas mencakup sejumlah aspek penting yang mencerminkan etika dan norma dalam berinteraksi. Berikut adalah beberapa elemen kesantunan komunikasi di luar kelas:

Penggunaan Bahasa Siswa terhadap Tenaga Pendidik dan Nonkependidikan:
Siswa diharapkan menggunakan bahasa yang sopan dan menghormati saat berkomunikasi dengan tenaga pendidik dan staf nonkependidikan. Penting untuk memupuk sikap saling menghormati dan memperlakukan semua individu dengan penuh hormat.



Penggunaan Bahasa Siswa terhadap Sesama Siswa:
Siswa diharapkan berkomunikasi dengan sesama siswa dengan bahasa yang sopan, menghindari kata-kata atau ungkapan yang bersifat merendahkan atau merugikan. Membangun budaya saling pengertian dan dukungan antar siswa.







Penggunaan Bahasa Warga Sekolah terhadap Tamu:
Warga sekolah, termasuk guru dan siswa, seharusnya menggunakan bahasa yang ramah dan menyambut tamu dengan cara yang positif. Menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan ramah untuk tamu yang datang ke sekolah.
Penyambutan Warga Sekolah terhadap Tamu:
Sikap penyambutan yang hangat dan ramah terhadap tamu menciptakan kesan positif tentang sekolah. Menunjukkan etika dan budaya baik dari sekolah kepada orang luar.



Penerapan kesantunan dalam komunikasi di luar kelas membantu menciptakan lingkungan yang positif, harmonis, dan inklusif di dalam sekolah. Ini juga mendukung pembentukan hubungan yang baik antara seluruh komunitas sekolah dan tamu yang datang. Kesadaran akan pentingnya kesantunan dalam setiap interaksi komunikatif membantu membangun budaya sekolah yang positif dan mendukung pembelajaran yang efektif.




Kesantunan dalam komunikasi di dalam kelas



Kesantunan dalam komunikasi di dalam kelas mencakup beberapa aspek penting yang mencerminkan norma dan nilai-nilai budaya yang baik. 

Ketika kesantunan dan kedisiplinan diterapkan di kelas, lingkungan pembelajaran dapat menjadi lebih kondusif untuk pertumbuhan dan pengembangan siswa. Ini juga membantu menciptakan suasana yang positif dan produktif di dalam ruang kelas.

Pemberian Salam (Sapaan):Memberikan salam atau sapaan merupakan elemen krusial dalam menjaga kesantunan di dalam kelas. Ini membantu menciptakan suasana yang bersahabat antara siswa dan guru.



Doa:Praktik berdoa di awal atau akhir kelas menggambarkan kepedulian terhadap nilai-nilai spiritual dan dapat memberikan rasa ketenangan kepada siswa.



Kesantunan dalam Berdiskusi dan Berkomunikasi:Mengutamakan kesantunan dalam berdiskusi dan berkomunikasi melibatkan penggunaan bahasa yang sopan, mendengarkan secara aktif, dan memberikan respons dengan menghormati.



Memahami dan menghormati nilai-nilai kesantunan ini membantu menciptakan lingkungan kelas yang positif, memfasilitasi interaksi yang baik antara siswa dan guru, dan memberikan dasar yang kokoh untuk pembelajaran yang efektif.







DISEMINASI PMM Bersama SMP Negeri 37 Surabaya

DISEMINASI PMM
Jumat, 10 November · 1.00 – 3.00pm
Zona waktu: UTC
Info akses Google Meet
Link panggilan video: https://meet.google.com/eys-cmza-wwj
Atau panggil: ‪(US) +1 646-653-5550‬, PIN: ‪676 829 188‬#







Wednesday, November 8, 2023

Pentas Seni 10 November 2023
















Pentas seni memiliki banyak manfaat yang dapat memberikan pengalaman berharga bagi siswa:

1. Ekspresi Diri: Pentas seni memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang kreatif. Ini membantu mereka menemukan dan mengembangkan bakat serta minat mereka dalam bidang seni yang beragam seperti musik, tari, teater, seni rupa, dan lainnya.
2. Peningkatan Keterampilan Komunikasi: Melalui pentas seni, siswa belajar berkomunikasi dengan lebih percaya diri di depan orang banyak. Hal ini membantu mereka mengasah keterampilan berbicara, menyampaikan ide, dan mengekspresikan emosi dengan lebih baik.
3. Kolaborasi dan Kerjasama: Berpartisipasi dalam pentas seni seringkali melibatkan kerjasama antar siswa. Mereka belajar bekerja sama dalam tim, saling mendukung, dan menghargai peran masing-masing dalam menciptakan sebuah karya seni yang utuh.
4. Peningkatan Kreativitas: Melalui persiapan dan penampilan di atas panggung, siswa terlibat dalam proses kreatif yang mendorong mereka untuk berpikir di luar batas-batas konvensional. Ini memperluas imajinasi dan kreativitas mereka.
5. Pengalaman Pembelajaran Holistik: Pentas seni sering kali melibatkan aspek-aspek pendidikan yang beragam, seperti penelitian untuk memahami konteks karya seni, pemahaman budaya atau sejarah di balik suatu karya, dan pembelajaran teknis dalam bidang seni tertentu. Ini menggabungkan belajar dengan pengalaman praktis yang nyata.
6. Peningkatan Percaya Diri dan Kemandirian: Melalui penampilan di depan publik, siswa dapat merasakan peningkatan dalam percaya diri mereka. Mereka belajar mengatasi rasa gugup dan mengembangkan kemandirian untuk menghadapi tantangan.
7. Penghargaan terhadap Seni dan Kebudayaan: Pentas seni membantu siswa untuk lebih menghargai seni dan kebudayaan. Mereka belajar untuk menghormati dan memahami berbagai bentuk seni yang berbeda serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pentas seni bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga merupakan sarana pendidikan yang kuat yang dapat membantu siswa berkembang secara holistik, baik dari segi keterampilan pribadi maupun apresiasi terhadap seni dan budaya.