Sunday, May 26, 2024

Karya Wisata Kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Surabaya



Rundown Jogja Tour :
Kamis, 23 Mei 2024
Surabaya - Jogja

20.00-21.00 Persiapan
21.00-03.00 perjalanan Gunung Kidul

Jum'at, 16 Feb 2024

Gunung Kidul Tour

04.00-05.00 Sholat Subuh
05.00-07.00 Pantai Kukup
07.00-08.00 Makan Pagi
08.00-09.00 perjalanan Goa Pindul
09.00-11.00 Wisata Goa Pindul
11.00-12.30 Sholat Jum'at / Jama'
12.30-13.30 Makan Siang
13.30-14.30 perjalanan Bakpia
14.30-15.00 Bakpia Bandara
15.00-16.00 Perjalanan Hotel
16.00 .............ceck in Hotel / makan malam Box
17.00-18.00 Istirahat / Sholat
18.00-21.00 Malioboro (diantar dan ditunggu di parkiran lapangan)
21.00-21.30 Balik Hotel
21.30 Istirahat

Sabtu, 25 Mei 2024

Semarang Tour

06.00-07.00 Sarapan pagi di Hotel
08.00 .........ceck out Hotel
08.00-12.00 Perjalanan Semarang
12.00-13.00 ISOMA/Makan Siang
13.00-13.30 perjalanan Dusun Semilir
13.30-16.00 Wisata Dusus Semilir
16.00-17.00 Kampung Semarang
18.00-19.00 Kota Lama
19.00-21.00 makan malam Rest area Sragen
21.00-00.00 Perjalanan Surabaya

00.00 tiba di Surabaya





























Saturday, March 2, 2024

Latihan dasar kepemimpinan siswa SMP Muhammadiyah 1 Surabaya







Latihan dasar kepemimpinan siswa SMP Muhammadiyah 1 Surabaya di El Kisi EduPark Mojokerto merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, keterampilan sosial, dan kolaborasi siswa. Dalam kegiatan ini, siswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas seperti permainan tim, diskusi kelompok, simulasi peran, dan tantangan individu serta kelompok. Mereka akan belajar tentang pentingnya kerjasama, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, serta resolusi konflik dalam konteks kepemimpinan. Selain itu, mereka juga akan diajari nilai-nilai kepemimpinan yang Islami sesuai dengan prinsip-prinsip Muhammadiyah. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi pemimpin yang bertanggung jawab, visioner, dan mampu beradaptasi dalam lingkungan yang beragam.

Monday, February 26, 2024

Inspirasi Pembelajaran yang Menguatkan Numerasi




Numerasi sering kali diartikan secara sempit sebagai keterampilan yang hanya melibatkan kecakapan dengan angka dan berhitung menggunakan kertas dan pensil atau mencongak sehingga penggunaan kalkulator dianggap sebagai bukti seseorang tidak memiliki numerasi. Namun, definisi “keterampilan dasar” dari numerasi semacam ini sudah ketinggalan zaman di dunia abad ke21 yang kaya akan data dan teknologi (Goos, dkk., 2014). 

Numerasi, disebut juga literasi numerasi dan literasi matematika, dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari-hari, misalnya, di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara (Kemendikbud, 2017). Selain itu, numerasi juga termasuk kemampuan untuk menganalisis dan menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan dsb.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan (Kemendikbud, 2017). 

Berdasarkan definisi di atas, numerasi merupakan kunci bagi peserta didik untuk mengakses dan memahami dunia dan membekali peserta didik dengan kesadaran dan pemahaman tentang peran penting matematika di dunia modern. Penekanan pada aplikasi dari matematika yang berhubungan dengan kehidupan memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri untuk berpikir secara numerik, spasial, dan data untuk menafsirkan dan menganalisis secara kritis situasi sehari-hari dan untuk memecahkan masalah. 

Menjadi numerat, yaitu memiliki keterampilan numerasi yang baik, melibatkan lebih dari sekadar menguasai matematika dasar saja, tetapi dapat menghubungkan matematika yang dipelajari di sekolah dengan situasi di luar sekolah yang juga membutuhkan pemecahan masalah dan penilaian kritis dalam nonmatematika.




 


Tuesday, February 6, 2024

Skrining Kesehatan Bagi Siswa dan Guru


Pelayanan skrining dan pemeriksaan kesehatan terintegrasi berlangsung hari ini di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya yang dilaksanakan oleh Dinkes Kota Surabaya. Dinkes Kota Surabaya akan terus melakukan sosialisasi gaya hidup sehat kepada masyarakat. Contohnya, membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), risiko dari merokok, hingga bahaya adanya perilaku seks bebas. 

Perlu  edukasi dan advokasi terus melalui pemeriksaan dan skrining kesehatan.  Harapkan kegiatan ini bisa menyentuh masyarakat, baik masyarakat umum atau yang berisiko sehingga bisa dilakukan deteksi sejak dini kondisi kesehatannya, Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah sering dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Akan tetapi, pemeriksaan dan skrining kesehatan kali ini ada sedikit modifikasi. Yang sebelumnya, hanya difokuskan untuk skrining kesehatan tidak menular. Sedangkan kali ini juga ada pelayanan skrining penyakit yang berisiko menular. 

Prioritas skrining risiko penyakit menular pada saat ini adalah, penyakit Tuberkulosis (TBC), Hepatitis, hingga infeksi seksual. Dengan deteksi dini tersebut, maka masyarakat bisa melakukan upaya atau konseling apa yang dibutuhkan. 

Sasaran pelayanan ini berlaku untuk semua umur. Mulai dari balita hingga lanjut usia. Untuk balita dan anak-anak, pelayanan ini dilaksanakan di posyandu dan puskesmas. Sedangkan untuk remaja, pelayanan ini akan menyasar fasilitas pendidikan, mulia pondok pesantren hingga sekolah-sekolah. Teknis pelaksanaanya, nanti akan dijadwalkan di masing-masing wilayah puskesmas dan kelurahan. Jadi, nanti akan disinergikan untuk lokasi-lokasinya, apakah nanti di pondok pesantren, di asrama, balai RW, atau bahkan perkantoran hingga tempat kerja.

Ia menyampaikan, kegiatan ini tak hanya melibatkan jajaran Dinkes Kota Surabaya, akan tetapi juga ada petugas dari kecamatan, kelurahan, Tim Penggerak (TP) PKK, Kader Surabaya Hebat (KSH). Tak hanya itu, pada 1 Februari 2024, juga akan melibatkan para mahasiswa dari berbagai universitas dan sekolah kesehatan ke dalam pelayanan ini. Total ada 612 mahasiswa dan sekolah kesehatan di Kota Surabaya, yang akan dikerahkan ke 153 kelurahan sebagai tim skrining kesehatan terintegrasi. Di masing-masing wilayah kelurahan, akan ada 4 orang mahasiswa. Kegiatan pemeriksaan dan skrining kesehatan ini digelar secara gratis oleh Pemkot Surabaya. Harapan, pelayanan kesehatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga Kota Surabaya. Sehingga masyarakat akan tahu status kesehatannya. Sesuai dengan jargon kami, ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan momen ini.











 

Sunday, January 21, 2024

Minum Susu




 Masa pertumbuhan seperti di usia SMP anak sedang dalam masa aktif dimana sering melakukan banyak kegiatan. Oleh karena itu, diperlukannya pemberian asupan makanan yang sehat dan seimbang untuk menjalankan aktivitasnya. Konsumsi susu sejak dini dapat memperkuat pertumbuhan tulang sehingga menjadikan tulang  semakin padat dan mencegah terjadinya osteoporosis. 

Tablet Tambah Darah ( TTD )




Remaja putri memang mudah terkena anemia yang ditandai dengan tubuh mudah lemas ataupun mudah pingsan, karena mengalami menstruasi. Untuk itu tablet penambah darah dibutuhkan untuk mengatasi anemia.

Mengapa remaja putri membutuhkan zat besi ?

  1. Pertumbuhan cepat, kebutuhan meningkat
  2. Haid: kehilangan darah rutin dalam jumlah cukup banyak
  3. Calon ibu
  4. Periode usia melahirkan: kehilangan darah saat persalinan; jumlah persalinan; jarak antar persalinan; usia melahirkan saat remaja;
  5. Bila ibu sudah hamil akan terlambat, terutama untuk perkembangan organ yang memerlukan asam folat
  6. Pola makan untuk menjaga penampilan
  7. Untuk mengatasi anemia/defisiensi besi, dll

Dampak Anemia pada Siswa/mahasiswa adalah sebagai berikut :

  1. Konsentrasi belajar
  2. Prestasi disekolah rendah atau tidak optimal
  3. Produktivitas kerja turun
  4. Imunitas lebih rendah sehingga lebih rentan terhadap penyakit infeksi;

Upaya pemberian tablet zat besi ke sekolah-sekolah untuk remaja putri ini dilakukan untuk meminimalisiasi perempuan usia muda mengalami anemia. Jika seorang remaja putri menderita anemia dan kemudian hamil maka akan berpotensi melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini disebakan karena kurangnya supply oksigen dan makanan ke janin selama masa kehamilan.

Cara mengkonsumsi Tablet Tambah Darah ( TTD )

Sasarannya adalah seluruh remaja putri ( rematri ) usia 12 – 18 th (kelas, 7, 8, 9, 10, 11 dan 12). Tablet Fe yang sudah didistribusikan oleh Puskesmas ke sekolah, akan diberikan ke remaja putri di sekolah tersebut dan mengkonsumsinya dihadapan guru / walikelas masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa remaja putri itu benar-benar mengkonsumsi tablet Fe. Dosis yang diberikan adalah setiap orang mendapat 1 tablet per minggu selama setahun dan dipantau setiap sebulan sekali oleh Petugas Puskesmas.

Diharapkan dengan adanya program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri ini dapat menurunkan gejala anemia pada remaja putri sehingga mereka dapat memiliki kesehatan yang optimal menjelang kehamilan

Tuesday, January 16, 2024

Pengajian Rabu Sore












Menjemput Kemenangan dengan Kebersamaan

  1. Budaya Kolaborasi: Memperkuat ide bahwa budaya kerjasama dan kolaborasi merupakan kunci untuk mencapai tujuan bersama. Ini melibatkan pengembangan rasa saling percaya, kerjasama yang efektif, dan pemahaman bahwa pencapaian kemenangan tidak hanya milik satu individu, tetapi seluruh kelompok.
  2. Komunikasi yang Efektif: Menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan terbuka antar anggota tim atau kelompok. Komunikasi yang baik membantu mencegah miskomunikasi, membangun pemahaman bersama, dan memperkuat sinergi.
  3. Peran Individu dalam Tim: Menggambarkan bahwa setiap individu dalam kelompok memiliki peran penting dalam mencapai kemenangan. Menghargai keberagaman keterampilan, bakat, dan kontribusi setiap anggota dapat membangun kekuatan tim.
  4. Resolusi Konflik: Menekankan pentingnya menangani konflik secara konstruktif. Dalam proses pencapaian kemenangan, konflik mungkin muncul. Bagaimana tim atau kelompok menangani konflik dapat mempengaruhi keberhasilan mereka.
  5. Kepercayaan dan Keterbukaan: Menggarisbawahi bahwa kebersamaan dibangun di atas dasar kepercayaan dan keterbukaan. Saling mendukung dan berbagi ide-ide secara terbuka dapat memperkuat ikatan dalam kelompok.
  6. Mengatasi Rintangan Bersama-sama: Menjelaskan bahwa rintangan atau tantangan adalah bagian dari perjalanan menuju kemenangan. Kebersamaan memungkinkan kelompok untuk mengatasi rintangan bersama-sama dan tumbuh melalui pengalaman tersebut.