Nuansa religius berpadu semangat belajar tampak jelas dalam pelaksanaan ujian praktik Manasik Haji yang digelar oleh Forum Silaturahmi Kepala Sekolah (Foskam) SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik.
Siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa) mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias tinggi. Mereka tampak serius menjalani setiap rangkaian praktik manasik sebagai bagian dari penguatan pemahaman materi ibadah haji yang telah dipelajari di kelas.
Sejak pagi hari, para peserta telah bersiap dengan mengenakan pakaian ihram lengkap beserta perlengkapan pendukung manasik. Dengan tertib, siswa berkumpul, berbaris rapi, serta menyimak arahan dari guru pendamping sebelum kegiatan dimulai.
Ujian praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai penilaian keterampilan, tetapi juga menjadi pengalaman spiritual yang bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pembelajaran langsung yang membantu mereka memahami ibadah haji secara lebih mendalam.
Dalam pelaksanaannya, siswa menjalani tahapan manasik secara sistematis, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga tahallul. Seluruh rangkaian dilaksanakan di bawah bimbingan guru Pendidikan Agama Islam serta pendamping sekolah, sehingga setiap siswa dapat memahami tata cara dan makna ibadah sesuai syariat Islam.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, Husnur Rif’an, S.Pd, menegaskan bahwa ujian praktik manasik haji memiliki peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori dan praktik ibadah secara seimbang.
“Manasik haji mengajarkan siswa memahami ibadah secara menyeluruh, tidak hanya melalui hafalan materi, tetapi juga melalui praktik langsung yang sarat dengan nilai spiritual,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini efektif dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kebersamaan. Interaksi antar siswa dari berbagai SMP dan MTs Muhammadiyah se-Surabaya juga dinilai mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat persaudaraan dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Selama kegiatan berlangsung, suasana khusyuk terasa berpadu dengan keceriaan khas pelajar. Para siswa mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, namun tetap menikmati proses pembelajaran yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.
Sejumlah peserta mengungkapkan rasa senang karena dapat merasakan simulasi ibadah haji secara langsung. “Kegiatannya seru dan menambah pengalaman. Sekarang jadi lebih paham urutan dan makna ibadah haji,” ujar salah satu siswa.
Melalui ujian praktik manasik haji yang digagas Foskam SMP/MTs Muhammadiyah se-Surabaya ini, diharapkan peserta didik memiliki bekal pemahaman ibadah yang kuat sejak dini. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi pelajar Muhammadiyah yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia.










No comments:
Post a Comment