Thursday, November 11, 2021
Tes Psikologi Bagi Calon Kepala Sekolah
Monday, November 8, 2021
Ekstrakurikuler SMP Muhammadiyah 1 Surabaya
Sunday, November 7, 2021
Mengedit Video Mudah
Setelah siap, kita meng-export dan share hasil edit video. Tap ikon menu Export pada pojok kanan atas. Atur dengan bebas resolusi dan kecepatan frame video. Kalau sudah, tap Export. Mudah sekali.
Langkah pertama adalah menyiapkan naskah, menyiapkan aset, dan juga menyiapkan video yang akan kita edit. Sebelum lanjut ke cara membuat video tulisan di KineMaster dan lain sebagainya, tentu hal paling basic yang perlu kamu ketahui adalah membuat file project video baru. Buka aplikasi KineMaster yang sudah diunduh. Tap create new. Tap New Project.
Pada halaman Edit KineMaster, nantinya opsi Media akan langsung terbuka. Sahabat tinggal cari dan pilih file video yang hendak diedit. Kemudian tekan ikon centang yang terdapat di pojok kanan atas. Untuk backgroud bergerak, kita bisa mencari aset video yang cocok.
Untuk menambahkan teks, tap menu ‘Layer’ lalu kamu pilih menu ‘Text’. Tulis teks yang sahabat inginkan, jika sudah tekan tombol ‘OK’. Jangan lupa untuk mengatur warna dan font style pada teks tersebut. Semakin unik rupanya, semakin menarik video yang kamu bikin. Mengedit video pastinya nggak lepas dari penggunaan lagu sebagai backsound video agar lebih estetik. Sahabat bisa menambahkan instrumen. Nah, untuk cara mengedit video di KineMaster serta menambahkan lagu sebagi backsound sendiri sebenarnya sangatlah gampang. Tap opsi menu Audio di lingkaran Menu yang ada di sebelah kanan. Pilih lagu yang hendak sahabat masukkan ke dalam video. Tap tanda Plus (+) untuk menambahkan lagu tersebut.
Penutupan Diklat CKS Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Wednesday, October 20, 2021
Student Wellbeing
Student wellbeing adalah keadaan emosional siswa berkelanjutan yang menggambarkan adanya positivity mood yaitu suasana hati dan perilaku yang positif dalam hubungan positif dengan teman sebaya dan guru, resiliensi, diri dan sikap yang optimis, dan kepuasan pada pengalaman belajar di sekolah. Teori student wellbeing ini memiliki 4 aspek yaitu positivity, resilience,- self-optimisation, dan satisfaction.
Positivity dijelaskan secara sederhana sebagai keadaan atau karakter yang positif; kepositifan yang dapat diterima secara •universal di manapun. Istilah positif yang digunakan termasuk didalamnya adanya pemaknaan positif dan perilaku optimis yang dapat menyebabkan timbulnya emosi positif. Positivity memperlihatkan adanya efek jangka paruang emosi positif yang dimiliki oleh seSeorang baik bagi kepribadiannya, hubungannya dengan orang lain, konumitas, maupun lingkungan. Hal yang menjadi fokus pada aspek ini adalah bagaimana penilaian siswa terhadap pendidik yang membuat, menyediakan, memodifikasi ruang belajar dan memberikan kesempatan belajar kepada siswa untuk bisa merasakan adanya pengalaman positif seperti merasa aman, nyaman, dan menyenangkan ketika belajar. Selain emosi dan perilaku positif, positivitv juga dilihat dari hubungan positif yang dibangun siswa dengan leman sebaya dan guru.
Resilience mengarahkan pada pentingnya kemampuan dan dukungan yang dimiliki siswa untuk mengembalikan perasaan positif ketika sewaktu-waktu ada kondisi atau situasi yang tidak berjalan dengan baik di sekolah. Selain itu, resiliensi juga dapat dipahami sebagai kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan, kesulitan, dan segala hambatan yang mungkin dihadapi saat berada di sekolah. Sehingga pada definisi ini, resiliensi diartikan sebagai kemampuan Siswa dalam menghadapi se gala hambatan Yang mungkin terjadi, kemudian mampu mengembalikan perasaan positifnya meskipun setelah adanya perubahan-perubahan, tantangan, kekecewaan, dan situasi sulit sehingga kembali pada situasi wellbeing . Biasanya sumber-sumber masalah yang muncul berasal dari keluarga, perubahan atau kehilangan relasi pertemanan, performa akademik Yang buruk, dan kekecewaan karena sesuatu yang dihadapi tidak berjalan sesuai dengan yang seharusnya (misalnya tidak dipilih sebagai anggota dalam suatu kelompok tertentu).
Self-optimisation atau perasaan optimis diartikan sebagai kesadaran realistis individu terhadap kemampuan diri, yaitu Inampu menunjukkan keinginan Yang kuat untuk menggunakan kemampuan tersebut dalam mengembangkan potensi pribadi yang dimiliki (misalnya kecerdasan, kemampuan sosial, emosional, fisik, dan spiritual). Siswa dapat melihat intelegensi atau keinampuannya dalam menyelesaikan masalah sebagai suatu kuantitas fixed Yang dimiliki , atau sebagai suatu kuantitas malleable yang dapat ditingkatkan dengan usaha dan proses belajar . Siswa dengan Jixed mmdset meyak'ini bahwa kemampuan intelektualnya terbatas sehingga hal tersebut dapat nwnyebabkan sisxva berpikir destruklif, perasaan negatif, perilaku negatif. Siswa dengan growth mindset lebih sering mempersepsi berbagai tanthngan sebagai sebuah kesempatan untuk belajar. Respon yang diberikan biasanya konstruktif, merasakan adanya perasaan positif karena bersemangat menghadapi tantangan, serta memiliki perilaku positif. Siswa dengan mindset ini lebih fokus pada mastery goals atau learning goals (tujuan pembelajaran) karena mereka mengerjakan berbagai tugas yang diyakini membantu belajar baik mempelajari hal baru maupun suatu keterampilan dan pengetahuan tertentu.
Satisfaction (kepuasan) menjelaskan tentang bagaimana kepuasan yang dirasakan siswa tehadap kualitas dan relevansi pengalaman belajarnya di sekolah serta sejauh mana siswa merasa ikut berperan dan berpengaruh dalam pengalaman belajar tersebut. Siswa dengan level yang optilual atau tinggi akan memperlihatkan perilaku-misalnva kemampuan akademik yang perilaku positif terhadap kegiatan sekolah.
Noble, T. & McGrath, H. (2008). The positive educational practices framework: a tool for facilitating the work of educational psychologists in promoting pupil wellbeing. Educational and Child Psychology, 25(2), 119-134. (2015). The PROSPER school pathways for student wellbeing: policy and practices. Switzerland: Springer International Publishing.
Noble, T., McGrath, H. L. Roffey, S. & Rowling, L. (2008). Scoping study into approaches to student wellbeing. Report to the Department of Education, Employment and Workplace Relations.
Friday, October 15, 2021
The Tree Plantation Campaign
https://gelorajatim.com/smp-muhammadiyah-1-surabaya.../
SMP Muhammadiyah 1 Surabaya Receives Idym Foundation Support
Gelorajatim.com - Idym Foundation is a foundation in India that focuses on activities about space and earth. This foundation empowers the minds of the young generation to unlock hidden talents and potentials, empowers imagination, instills independence, and how the younger generation is reliable in achieving their positive goals.
The Igniting Dreams Of Young Minds Foundation is an educational platform for every young soul aimed at the entire community of students from any schools and colleges around the world.
Roro, as he is familiarly called, is a teacher at SMP Muhammadiyah 1 Surabaya and a member of this foundation, said that on June 5, 2021, IDYM foundation held The Tree Plantation Campaign. This activity was attended by more than 350 teachers and students from all over the world.
"Five of the participants are students of SMP Muhammadiyah 1 Surabaya," said Roro.
IDYM Foundation appreciates the participation of SMP Muhammadiyah 1 Surabaya as evidenced by photos and videos of student activities during tree planting campaigns around the world. The environment is very important for the survival of all living things. Because if the environment does not exist, then humans, animals, and plants cannot survive longer.
According to Ravishankar Kumar as the founder of the foundation stated, "This activity was held because trees are life saviors. Not only do they provide us with oxygen, but also provide various medicinal extracts that treat various diseases," he said.
With the theme “Plant Trees, Save Trees” this World Environment Day, let's plant young trees in our gardens or neighborhoods and contribute to a greener and pollution-free environment while working together to restore our ecosystem.
Juara Membuat Video
Hadiah dari Kinemaster masing masing Rp 250.000 dan souvenir tas Black Denim dari Korea Selatan untuk 5 video karya siswa terbaik dari SMP Muhammadiyah 1 Surabaya
Kerja Bakti
Kerja bakti adalah kegiatan sosial yang berguna untuk membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai kotoran yang menganggu. Ada banyak sekali manfaat kerja bakti, baik bagi lingkungan dan kehidupan manusia.
Beberapa yang manfaat kerja bakti yang bisa disebutkan adalah sebagai berikut:
(1). Lingkungan menjadi bersih karena selalu terpelihara dan terawat.
(2). Sumber penyakit, seperti malaria, demam berdarah bisa dihilangkan dan hal ini mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit.
(3). Penghematan biaya : bila masing-masing warga mau menyumbang sedikit tenaga, maka tidak perlu lagi membayar ongkos petugas untuk membersihkan lingkungannya.
(4). Menjadi wadah silaturahmi antar warga : dengan ikut dalam kegiatan ini, warga yang satu bisa bertemu dan berbincang satu dengan lainnya. Hal itu akan memperkukuh silaturahmi antar warga.
(5). Membuat lingkungan menjadi nyaman dan indah : dengan tidak adanya ilalang, taman tertata dengan baik, maka sebuah lingkungan akan menjadi enak dilihat dan nyaman untuk ditinggali.
(6). Mengajak anak-anak dalam kegiatan ini memungkinkan mereka saling mengenal satu dengan yang lain dan mengajarkan tentang bagaimana menjaga lingkungan dan alam. Jangan pernah remehkan manfaat kerja bakti.
Thursday, October 14, 2021
Supervisi Silang Pengawas Sekolah
Pada hari Rabu, 13 Oktober 2021 bertempat di SMP YPPI 1 Surabaya, seluruh sekolah swasta (7 sekolah) di Kecamatan Simokerto dibina oleh Bapak Kohar. Supervisi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah secara profesional dalam rangka membimbing, membina, memfasilitasi dan membantu Kepala Sekolah, Guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan efektivitas dan mutu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan. Pengawasan supervisi silang dilakukan untuk lebih meningkatkan mutu sekolah.
Kompetensi Guru
Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara. Guru bahkan memiliki peran sentral dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:
Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
Sehat Secara Jasmani dan Rohani.
Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional.
Berdasarkan UU, ada 4 kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru, yaitu:
1. Kompetensi pedagogik
Kompetensi Pedagogik Guru adalah kemampuan atau keterampilan guru yang bisa mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik.
Setidaknya ada 7 aspek dalam kompetensi Pedagogik yang harus dikuasai, yaitu:
Karakteristik para peserta didik. Dari informasi mengenai karakteristik peserta didik, guru harus bisa menyesuaikan diri untuk membantu pembelajaran pada tiap-tiap peserta didik. Karakteristik yang perlu dilihat meliputi aspek intelektual, emosional, sosial, moral, fisik, dll.
Teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik. Guru harus bisa menerangkan teori pelajaran secara jelas pada peserta didik. Menggunakan pendekatan tertentu dengan menerapkan strategi, teknik atau metode yang kreatif.
Pengembangan kurikulum. Guru harus bisa menyusun silabus dan RPP sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Mengembangkan kurikulum mengacu pada relevansi, efisiensi, efektivitas, kontinuitas, integritas, dan fleksibilitas.
Pembelajaran yang mendidik. Guru tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran, namun juga melakukan pendampingan. Materi pelajaran dan sumber materi harus bisa dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengembangan potensi para peserta didik. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda. Guru harus mampu menganalisis hal tersebut dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, supaya setiap peserta didik bisa mengaktualisasikan potensinya.
Cara berkomunikasi. Sebagai guru harus bisa berkomunikasi dengan efektif saat menyampaikan pengajaran. Guru juga harus berkomunikasi dengan santun dan penuh empati pada peserta didik.
Penilaian dan evaluasi belajar. Penilaiannya meliputi hasil dan proses belajar. Dilakukan secara berkesinambungan. Evaluasi terhadap efektivitas pembelajaran juga harus bisa dilakukan.
Kompetensi Pedagogik bisa diperoleh melalui proses belajar masing-masing guru secara terus menerus dan tersistematis, baik sebelum menjadi guru maupun setelah menjadi guru.
2. Kompetensi kepribadian
Kompetensi Kepribadian berkaitan dengan karakter personal. Ada indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru yaitu: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, bertindak sesuai norma sosial & hukum, dll. Kepribadian positif wajib dimiliki seorang guru karena para guru harus bisa jadi teladan bagi para siswanya. Selain itu, guru juga harus mampu mendidik para siswanya supaya memiliki attitude yang baik.
3. Kompetensi profesional
Kompetensi Profesional Guru adalah kemampuan atau keterampilan yang wajib dimiliki supaya tugas-tugas keguruan bisa diselesaikan dengan baik.
Keterampilannya berkaitan dengan hal-hal yang cukup teknis, dan akan berkaitan langsung dengan kinerja guru. Adapun indikator Kompetensi Profesional Guru diantaranya adalah:
Menguasai materi pelajaran yang diampu, berikut struktur, konsep, dan pola pikir keilmuannya.
Menguasai Standar Kompetensi (SK) pelajaran, Kompetensi Dasar (KD) pelajaran, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu.
Mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif sehingga bisa memberi pengetahuan dengan lebih luas dan mendalam bagi peserta didik.
Mampu bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara kontinu.
Mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga pengembangan diri.
Dengan menguasai kemampuan dan keahlian khusus seperti yang sudah dijelaskan di atas, diharapkan fungsi dan tugas guru bisa dilaksanakan dengan baik.
Dengan demikian, guru mampu membimbing seluruh peserta didiknya untuk mencapai standar kompetensi yang sudah ditentukan dalam Standar Nasional Pendidikan.
4. Kompetensi sosial
Kompetensi Sosial berkaitan dengan keterampilan komunikasi, bersikap dan berinteraksi secara umum, baik itu dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga masyarakat secara luas.
Indikator dari Kompetensi Sosial Guru diantaranya:
Mampu bersikap inklusif, objektif, dan tidak melakukan diskriminasi terkait latar belakang seseorang, baik itu berkaitan dengan kondisi fisik, status sosial, jenis kelamin, ras, latar belakang keluarga, dll.
Mampu berkomunikasi dengan efektif, menggunakan bahasa yang santun dan empatik.
Mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.
Mampu beradaptasi dan menjalankan tugas sebagai guru di berbagai lingkungan dengan bermacam-macam ciri sosial budaya masing-masing.
Sebagai tolok ukur kompetensi dari tiap-tiap guru, maka negara melalui Kemendikbud menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru. Kegiatan tersebut menguji Kompetensi Pedagogik dan Profesional atau Subject Matter.
Hasil dari UKG akan menunjukan peta penguasaan kompetensi guru. Peta penguasaan tersebut kemudian bisa digunakan oleh pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan program pembinaan dan pengembangan profesi guru. Guru yang berhasil lulus UKG kemudian bisa mendapat Sertifikat Pendidik.
Lembaga pendidikan bisa membantu setiap guru yang ada di bawah naungannya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran. Lembaga pendidikan dapat menyelenggarakan pelatihan terstruktur yang diselenggarakan secara mandiri.
