Thursday, November 11, 2021

Pembinaan Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 1 Surabaya












 

Tes Psikologi Bagi Calon Kepala Sekolah




Berdasarkan hasil rapat Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya pada tanggal 05 November 2021, maka nama-nama dibawah ini untuk mengikuti Tahapan Seleksi Calon Kepala Sekolah dan Calon Wakil Kepala Sekolah. Adapun pelaksanaan tes psikologi akan dilaksanakan pada : 
Hari dan tanggal : Kamis, 11 November 2021 
Waktu : 09.00 WIB – Selesai 
Tempat : Fakultas Psikologi 
Gedung At Tauhid Lt. 7 
Ruang 706 
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Tes psikologi ini dilakukan dengan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Tes ini untuk mengetahui IQ, kemampuan bekerja, dan karakter para calon kepala sekolah. Peserta yang mengikuti tes psikologi sebelumnya telah lulus diklat Calon Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS). Calon sudah lolos pada tes assesment kompetensi, akan mengikuti seleksi substansi yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Kemendikbud bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

 

Monday, November 8, 2021

Ekstrakurikuler SMP Muhammadiyah 1 Surabaya







Kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan potensi peserta didik, dapat memberikan dampak positif dalam penguatan pendidikan karakter. Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan karakter profil Pelajar Pancasila yaitu : (1) berkebinekaan global, (2) bergotong royong, (3) kreatif, (4) bernalar kritis, (5) mandiri, dan (6) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.

Satuan pendidikan memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wahana memfasilitasi pengembangan bakat dan minat peserta didik. Oleh sebab itu, kegiatan ekstrakurikuler harus dikelola secara sistematis dan terpola agar bermuara pada pencapaian tujuan yang dimaksud. Agar dapat menyusun dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang tersistem dan terpola sekolah perlu memahami cara dan tahapan diperlukan panduan yang dapat membimbingsatuan pendidikan dalam menyelenggarakannya.

Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal yang dilakukan di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.

JENIS EKSTRAKURIKULER

Ekstrakurikuler wajib adalah kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler Wajib yang dimaksud berbentuk pendidikan kepramukaan, yang diatur khusus dalam Peraturan Permendikbud RI Nomor 63 tahun 2014.

Ekstrakurikuler pilihan adalah kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing. Pilihan bidang yang dikembangkan tiap sekolah akan berbeda-beda seperti eksktrakurikuler seni, olahragam sains, mapun keagamaan, dan lain-lain.

FUNGSI EKSTRAKURIKULER

Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar memiliki fungsi:
Pengembangan, yaitu sebagai wahana pengembangan minat dan bakat peserta didik.
Sosial, yaitu sebagai wahana untuk memperluas pengalaman bersosialisasi, praktik keterampilan berkomunikasi, dan internalisasi nilai-nilai karakter.
Rekreatif,yaitu dilakukan dalam suasana gembira dan menyenangkan, sehingga suasana ini menunjang proses perkembangan potensi/kemampuan personal peserta didik.
Persiapan Karir, yaitu sebagai wahana memfasilitasi persiapan peserta didik melalui pengembangan bakat dan minat dalam bidang ekstrakurikuler yang diminati.

PRINSIP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Ekstrakurikuler di sekolah dasar diselenggarakan dengan prinsip:
Partisipasi Aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuhsesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
Menyenangkan,yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.

SIFAT KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Kegiatan ekstrakurikuker di sekolah dasar diselenggarakan mengacu sifat-sifat berikut:
Individual, yakni dikembangkan sesuai dengan potensi/bakat peserta didik masing-masing.
Pilihan, yakni dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.
Memotivasi, yakni membangun semangat peserta didik untuk mengembangkan potensi/bakat melalui kegiatan yang diminati.
Kemanfaatan sosial, yakni dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.

BENTUK KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH DASAR

Sebagaimana diatur dalam Permendikbud RI Nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, bentuk kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa:
Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;
Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
Latihan olah-bakat dan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya;
Keagamaan, misalnya: Tahfiz QUR’AN, baca tulis ALQUR’AN, marawis, retreat; atau
Bidang pengembangan lainnya, yang disesuaikan dengan prioritas dan analisis potensi dan minat peserta didik di sekolah.

Sekolah perlu menentukan pilihan prioritas kegiatan ekstrakurikuler yang akan diselenggarakan berdasarkan analisis potensi dan minat peserta didik,serta kemampuan sekolah dalam memenuhi sumberdaya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah dapat mengembangkan bentuk kegiatan selain daripada yang tersebut di atas berdasarkan kearifan lokal dan kondisi sosial masyarakat di lingkungan sekolah dengan tetap memerhatikan tujuan ekstrakurikuler di sekolah dasar.

Satuan pendidikan juga perlu memikirkan daya dukung lain untuk kesinambungan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler yang diprogramkan. Daya dukung lain misalnya menyediakan kegiatan yang bersifatkompetitif-prestatif bagi peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.Kegiatan kompetitif-prestatif yang dapat dilakukan misalnya menyelenggaraan perlombaan/kompetisi keterampilan ekstrakurikuler di tingkat satuan pendidikan, mengikutsertakan peserta didik yang dibina melalui ekstrakurikuler dalam kegiatan festival, lomba, olimpiade, atau kegiatan kompetitif-prestatif lainnya.

Kegiatan kompetitif-prestatif dapat menjadi salah satu bentuk evaluasi pelaksanaan ekstrakurikuler di satuan pendidikan. Dengan melihat prestasi peserta didik dalam sebuah kompetisi, tim pembina dapat melakukan evaluasi terhadap program ekstrakurikuler serta mengembangkannya menjadi lebih baik pada masa berikutnya. Di sisi lain, melalui kegiatan kompetitif dapat meningkatkan rasa percaya diri anak terhadap hasil usaha latihannya dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Sumber: https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/ekstrakurikuler

Sunday, November 7, 2021

Mengedit Video Mudah













Setelah siap, kita meng-export dan share hasil edit video. Tap ikon menu Export pada pojok kanan atas. Atur dengan bebas resolusi dan kecepatan frame video. Kalau sudah, tap Export. Mudah sekali.

Kini mengedit video sangat mudah dengan banyaknya apliasi yang gampang di dapat di Play Store. Salah satunya adalah KineMaster merupakan salah satu aplikasi untuk mengedit video. Salah satu fiturnya yang sering dipakai adalah chroma key. Selain itu, di aplikasi ini kamu juga bisa menggabungkan frame, memberikan efek suara, tambahan effect keren, dan tutorial KineMaster lainnya. Dalam layanannya, KineMaster menyediakan opsi gratis dan berbayar. Meskipun begitu, untuk versi gratisnya pun kamu tetap bisa melakukan berbagai cara menggunakan KineMaster; Mulai dari menambahkan backsound, teks, dan masih banyak lagi.

Langkah pertama adalah menyiapkan naskah, menyiapkan aset, dan juga menyiapkan video yang akan kita edit. Sebelum lanjut ke cara membuat video tulisan di KineMaster dan lain sebagainya, tentu hal paling basic yang perlu kamu ketahui adalah membuat file project video baru. Buka aplikasi KineMaster yang sudah diunduh. Tap create new. Tap New Project.


Pada halaman Edit KineMaster, nantinya opsi Media akan langsung terbuka. Sahabat tinggal cari dan pilih file video yang hendak diedit. Kemudian tekan ikon centang yang terdapat di pojok kanan atas. Untuk backgroud bergerak, kita bisa mencari aset video yang cocok.
Untuk menambahkan teks, tap menu ‘Layer’ lalu kamu pilih menu ‘Text’. Tulis teks yang sahabat inginkan, jika sudah tekan tombol ‘OK’. Jangan lupa untuk mengatur warna dan font style pada teks tersebut. Semakin unik rupanya, semakin menarik video yang kamu bikin. Mengedit video pastinya nggak lepas dari penggunaan lagu sebagai backsound video agar lebih estetik. Sahabat bisa menambahkan instrumen. Nah, untuk cara mengedit video di KineMaster serta menambahkan lagu sebagi backsound sendiri sebenarnya sangatlah gampang. Tap opsi menu Audio di lingkaran Menu yang ada di sebelah kanan. Pilih lagu yang hendak sahabat masukkan ke dalam video. Tap tanda Plus (+) untuk menambahkan lagu tersebut.


Penutupan Diklat CKS Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tujuan pendirian sekolah tentu tidak lepas dari keinginan agar sekolah diminati oleh masyarakat. Keberhasilan SMP Muhammadiyah 1 Surabaya dalam manajerialnya adalah sebuah pendekatan pengelolaan strategis (strategic management) dalam rangka mengoptimalkan seluruh upaya yang dilakukan oleh SMP Muhammadiyah 1 Surabaya guna mewujudkan Visi yang dimiliki sejak semula.

Seorang kepala sekolah visioner dapat mengatur sekolah yang dipimpinnya dengan penuh perubahan, dan berorientasi ke arah pengembangan sekolah di masa depan. Perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa depan, dapat diprediksi dalam program pengembangan sekolah yang dirumuskannya. Atas dasar pemikiran tersebut, kepemimpinan visioner kepala sekolah merupakan solusi terbaik yang diperlukan dalam pengembangan sekolah.

Visi adalah kunci keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah. Pernyataan ini, adalah indikator utama yang dapat mengantarkan kesuksesan kepala sekolah dalam membawa sekolahnya ke arah yang dicita-citakan. Visi memainkan peranan penting, tidak hanya pada tahap awal, tetapi pada keseluruhan siklus pengelolaan sekolah. Visi adalah penunjuk arah bagi kepala sekolah yang ingin mendalami organisasi sekolah dan kemana tujuannya. Cepat atau lambat, akan tiba waktunya, di mana kepala sekolah harus merumuskan kembali arahnya, atau mungkin suatu perubahan menyeluruh dan langkah pertamanya akan selalu berupa sebuah visi yang baru. Visi adalah intisari kepemimpinan kepala sekolah. Visi merupakan alat yang tak tergantikan, kecuali jika kepemimpinan kepala sekolah memang sengaja diarahkan pada kegagalan. Untuk memahami mengapa demikian, perhatikan hakikat sebenarnya dari kepemimpinan dalam sebuah organisasi dan bagaimana visi mempengaruhinya.


Kepemimpinan visioner kepala sekolah, sekurang-kurangnya memiliki empat fungsi sebagai berikut:
1. Penentu Arah. Kepala sekolah menyeleksi dan menetapkan sasaran dengan mempertimbangkan lingkungan strategis, untuk menyusun berbagai langkah menuju sasaran yang dapat diterima sebagai suatu kemajuan riil oleh semua warga sekolah. Kemajuan dapat berarti satu langkah maju yang jelas dalam efektivitas dan efisiensi, dapat pula berarti meningkatnya kemampuan kepala sekolah dalam menentukan target milestone sekolah dalm kurun waktu tertentu.

2. Agen Perubahan. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk merangsang perubahan di sekolah, misalnya kinerja guru dan tata usaha sekolah, sumber daya dan fasilitas, sehingga memungkinkan pencapaian sebuah visi di masa depan. Untuk menjadi seorang agen perubahan yang baik, kepala sekolah harus mampu mengantisipasi berbagai perkembangan di luar sekolahnya, memperkirakan implikasinya terhadap sekolah yang dipimpinnya, menciptakan sense of urgency dan prioritas bagi perubahan yang diisyaratkan oleh visi sekolah, mempromosikan best practies guru dan memberdayakannya dalam organisasi sekolah.

3. Juru Bicara. Kepala sekolah, sebagai seorang pembicara yang terampil, pendengar yang penuh perhatian dan pengejawantah sekolah, adalah promotor dan negosiator bagi sekolah yang dipimpinnya kepada pihak luar. Untuk menjadi seorang juru bicara yang efektif, kepala sekolah harus menjadi negosiator utama dalam berhubungan dengan pihak lain dalam pembentuk jaringan hubungan eksternal, guna menghasilkan gagasan, sumber daya, dukungan, atau informasi yang bermanfaat bagi kemajuan sekolah yang dipimpinnya. Kepemimpinan visioner kepala sekolah harus menjadi sarana dan pesan yang mengekspresikan apa yang bermanfaat, menarik, dan menyenangkan di masa depan sekolah.

4. Coach (Pelatih). Kepala sekolah adalah pembentuk tim yang memberdayakan semua warga sekolah dalam organisasi sekolah “menghidupkan visi”, dan karenanya berperan sebagai mentor dan teladan dalam berbagai usaha, yang diperlukan untuk merealisasikan berbagai usaha yang diperlukan untuk merealisasikan visi tersebut. Untuk menjadi seorang pelatih yang efektif, kepala sekolah harus memberi tahu semua warga sekolah, apa artinya visi bagi kepala sekolah dan warga sekolah, dan apa yang akan dilakukan untuk merealisasikannya. Kepala sekolah juga harus harus menghargai keberhasilan setiap guru, staf tata usaha dan bahkan sampai pada peserta didik di sekolahnya, menghormati semua warga sekolah, membangun kepercayaan diri warga sekolah, memfasilitasi warga belajar mengembangkan diri, dan mengajari bagaimana meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam mencapai visi secara konstan.





Wednesday, October 20, 2021

Student Wellbeing

Student wellbeing adalah keadaan emosional siswa berkelanjutan yang menggambarkan adanya positivity mood yaitu suasana hati dan perilaku yang positif dalam hubungan positif dengan teman sebaya dan guru, resiliensi, diri dan sikap yang optimis, dan kepuasan pada pengalaman belajar di sekolah. Teori student wellbeing ini memiliki 4 aspek yaitu positivity, resilience,- self-optimisation, dan satisfaction.


Positivity dijelaskan secara sederhana sebagai keadaan atau karakter yang positif; kepositifan yang dapat diterima secara •universal di manapun. Istilah positif yang digunakan termasuk didalamnya adanya pemaknaan positif dan perilaku optimis yang dapat menyebabkan timbulnya emosi positif. Positivity memperlihatkan adanya efek jangka paruang emosi positif yang dimiliki oleh seSeorang baik bagi kepribadiannya, hubungannya dengan orang lain, konumitas, maupun lingkungan. Hal yang menjadi fokus pada aspek ini adalah bagaimana penilaian siswa terhadap pendidik yang membuat, menyediakan, memodifikasi ruang belajar dan memberikan kesempatan belajar kepada siswa untuk bisa merasakan adanya pengalaman positif seperti merasa aman, nyaman, dan menyenangkan ketika belajar. Selain emosi dan perilaku positif, positivitv juga dilihat dari hubungan positif yang dibangun siswa dengan leman sebaya dan guru.

Resilience mengarahkan pada pentingnya kemampuan dan dukungan yang dimiliki siswa untuk mengembalikan perasaan positif ketika sewaktu-waktu ada kondisi atau situasi yang tidak berjalan dengan baik di sekolah. Selain itu, resiliensi juga dapat dipahami sebagai kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan, kesulitan, dan segala hambatan yang mungkin dihadapi saat berada di sekolah. Sehingga pada definisi ini, resiliensi diartikan sebagai kemampuan Siswa dalam menghadapi se gala hambatan Yang mungkin terjadi, kemudian mampu mengembalikan perasaan positifnya meskipun setelah adanya perubahan-perubahan, tantangan, kekecewaan, dan situasi sulit sehingga kembali pada situasi wellbeing . Biasanya sumber-sumber masalah yang muncul berasal dari keluarga, perubahan atau kehilangan relasi pertemanan, performa akademik Yang buruk, dan kekecewaan karena sesuatu yang dihadapi tidak berjalan sesuai dengan yang seharusnya (misalnya tidak dipilih sebagai anggota dalam suatu kelompok tertentu).

Self-optimisation atau perasaan optimis diartikan sebagai kesadaran realistis individu terhadap kemampuan diri, yaitu Inampu menunjukkan keinginan Yang kuat untuk menggunakan kemampuan tersebut dalam mengembangkan potensi pribadi yang dimiliki (misalnya kecerdasan, kemampuan sosial, emosional, fisik, dan spiritual). Siswa dapat melihat intelegensi atau keinampuannya dalam menyelesaikan masalah sebagai suatu kuantitas fixed Yang dimiliki , atau sebagai suatu kuantitas malleable yang dapat ditingkatkan dengan usaha dan proses belajar . Siswa dengan Jixed mmdset meyak'ini bahwa kemampuan intelektualnya terbatas sehingga hal tersebut dapat nwnyebabkan sisxva berpikir destruklif, perasaan negatif, perilaku negatif. Siswa dengan growth mindset lebih sering mempersepsi berbagai tanthngan sebagai sebuah kesempatan untuk belajar. Respon yang diberikan biasanya konstruktif, merasakan adanya perasaan positif karena bersemangat menghadapi tantangan, serta memiliki perilaku positif. Siswa dengan mindset ini lebih fokus pada mastery goals atau learning goals (tujuan pembelajaran) karena mereka mengerjakan berbagai tugas yang diyakini membantu belajar baik mempelajari hal baru maupun suatu keterampilan dan pengetahuan tertentu.

Satisfaction (kepuasan) menjelaskan tentang bagaimana kepuasan yang dirasakan siswa tehadap kualitas dan relevansi pengalaman belajarnya di sekolah serta sejauh mana siswa merasa ikut berperan dan berpengaruh dalam pengalaman belajar tersebut. Siswa dengan level yang optilual atau tinggi akan memperlihatkan perilaku-misalnva kemampuan akademik yang perilaku positif terhadap kegiatan sekolah.



Noble, T. & McGrath, H. (2008).  The positive educational practices framework: a tool for facilitating the work of educational psychologists in promoting pupil wellbeing.  Educational and Child Psychology, 25(2), 119-134.  (2015).  The PROSPER school pathways for student wellbeing: policy and practices.  Switzerland: Springer International Publishing.  

Noble, T., McGrath, H. L. Roffey, S. & Rowling, L. (2008).  Scoping study into approaches to student wellbeing.  Report to the Department of Education, Employment and Workplace Relations.

Friday, October 15, 2021

The Tree Plantation Campaign



https://gelorajatim.com/smp-muhammadiyah-1-surabaya.../
SMP Muhammadiyah 1 Surabaya Receives Idym Foundation Support
Gelorajatim.com - Idym Foundation is a foundation in India that focuses on activities about space and earth. This foundation empowers the minds of the young generation to unlock hidden talents and potentials, empowers imagination, instills independence, and how the younger generation is reliable in achieving their positive goals.
The Igniting Dreams Of Young Minds Foundation is an educational platform for every young soul aimed at the entire community of students from any schools and colleges around the world.
Roro, as he is familiarly called, is a teacher at SMP Muhammadiyah 1 Surabaya and a member of this foundation, said that on June 5, 2021, IDYM foundation held The Tree Plantation Campaign. This activity was attended by more than 350 teachers and students from all over the world.
"Five of the participants are students of SMP Muhammadiyah 1 Surabaya," said Roro.
IDYM Foundation appreciates the participation of SMP Muhammadiyah 1 Surabaya as evidenced by photos and videos of student activities during tree planting campaigns around the world. The environment is very important for the survival of all living things. Because if the environment does not exist, then humans, animals, and plants cannot survive longer.
According to Ravishankar Kumar as the founder of the foundation stated, "This activity was held because trees are life saviors. Not only do they provide us with oxygen, but also provide various medicinal extracts that treat various diseases," he said.
With the theme “Plant Trees, Save Trees” this World Environment Day, let's plant young trees in our gardens or neighborhoods and contribute to a greener and pollution-free environment while working together to restore our ecosystem.


Penyemprotan Desinfektan di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya




 

Fortasi Daring SMP Muhammadiyah 1 Surabaya






 

Juara Membuat Video



Hadiah dari Kinemaster masing masing Rp 250.000 dan souvenir tas Black Denim dari Korea Selatan untuk 5 video karya siswa terbaik dari SMP Muhammadiyah 1 Surabaya





Kerja Bakti

Kerja bakti adalah kegiatan sosial yang berguna untuk membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai kotoran yang menganggu. Ada banyak sekali manfaat kerja bakti, baik bagi lingkungan dan kehidupan manusia.
Beberapa yang manfaat kerja bakti yang bisa disebutkan adalah sebagai berikut:
(1). Lingkungan menjadi bersih karena selalu terpelihara dan terawat.
(2). Sumber penyakit, seperti malaria, demam berdarah bisa dihilangkan dan hal ini mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit.
(3). Penghematan biaya : bila masing-masing warga mau menyumbang sedikit tenaga, maka tidak perlu lagi membayar ongkos petugas untuk membersihkan lingkungannya.
(4). Menjadi wadah silaturahmi antar warga : dengan ikut dalam kegiatan ini, warga yang satu bisa bertemu dan berbincang satu dengan lainnya. Hal itu akan memperkukuh silaturahmi antar warga.
(5). Membuat lingkungan menjadi nyaman dan indah : dengan tidak adanya ilalang, taman tertata dengan baik, maka sebuah lingkungan akan menjadi enak dilihat dan nyaman untuk ditinggali.
(6). Mengajak anak-anak dalam kegiatan ini memungkinkan mereka saling mengenal satu dengan yang lain dan mengajarkan tentang bagaimana menjaga lingkungan dan alam. Jangan pernah remehkan manfaat kerja bakti.







 

Thursday, October 14, 2021

Supervisi Silang Pengawas Sekolah


Pada hari Rabu, 13 Oktober 2021 bertempat di SMP YPPI 1 Surabaya, seluruh sekolah swasta (7 sekolah) di Kecamatan Simokerto dibina oleh Bapak Kohar. Supervisi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah secara profesional dalam rangka membimbing, membina, memfasilitasi dan membantu Kepala Sekolah, Guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan efektivitas dan mutu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan. Pengawasan supervisi silang dilakukan untuk lebih meningkatkan mutu sekolah.


Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pasal 6 ayat (2) dinyatakan bahwa siklus kegiatan memetakan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan; membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam Rencana Strategis Pembangunan Pendidikan; dan memfasilitasi pemenuhan mutu di seluruh satuan pendidikan pada Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) Pendidikan Dasar dan Menengah dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya. Pemerintah mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan untuk mendukung proses pemetaan mutu pendidikan yang mengintegrasikan seluruh data dan informasi tentang mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Pemetaan mutu pendidikan berdasarkan data dan informasi dalam sistem informasi mutu pendidikan dilakukan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dibantu Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan sekolah.

➢ Sekolah dapat membentuk tim yang terdiri atas pihak-pihak relevan agar dapat mengawal proses pengumpulan data dan informasi pemetaan mutu berjalan optimal.
➢ Kepala sekolah dan tim yang terlibat dalam pengisian hendaknya mempelajari secara seksama setiap butir pernyataan pada masing-masing komponen dengan membaca bagian panduan teknis pengisian kuesioner yang dijabarkan pada bagian setelahnya.
➢ Kepala sekolah dan tim dapat berkonsultasi dengan pengawas sekolah atau petugas pemetaan mutu daerah atau Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan untuk memperoleh informasi dan klarifikasi lebih lengkap terhadap setiap butir pertanyaan pada instrumen.

Kompetensi Guru



Guru adalah pilar pendidikan. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran strategis para guru. Itulah yang menjadi alasan kompetensi guru harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan zaman.

Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara. Guru bahkan memiliki peran sentral dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:
Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
Sehat Secara Jasmani dan Rohani.
Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional.


Berdasarkan UU, ada 4 kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru, yaitu:

1. Kompetensi pedagogik

Kompetensi Pedagogik Guru adalah kemampuan atau keterampilan guru yang bisa mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik.

Setidaknya ada 7 aspek dalam kompetensi Pedagogik yang harus dikuasai, yaitu:
Karakteristik para peserta didik. Dari informasi mengenai karakteristik peserta didik, guru harus bisa menyesuaikan diri untuk membantu pembelajaran pada tiap-tiap peserta didik. Karakteristik yang perlu dilihat meliputi aspek intelektual, emosional, sosial, moral, fisik, dll.
Teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik. Guru harus bisa menerangkan teori pelajaran secara jelas pada peserta didik. Menggunakan pendekatan tertentu dengan menerapkan strategi, teknik atau metode yang kreatif.
Pengembangan kurikulum. Guru harus bisa menyusun silabus dan RPP sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan. Mengembangkan kurikulum mengacu pada relevansi, efisiensi, efektivitas, kontinuitas, integritas, dan fleksibilitas.
Pembelajaran yang mendidik. Guru tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran, namun juga melakukan pendampingan. Materi pelajaran dan sumber materi harus bisa dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengembangan potensi para peserta didik. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda. Guru harus mampu menganalisis hal tersebut dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, supaya setiap peserta didik bisa mengaktualisasikan potensinya.
Cara berkomunikasi. Sebagai guru harus bisa berkomunikasi dengan efektif saat menyampaikan pengajaran. Guru juga harus berkomunikasi dengan santun dan penuh empati pada peserta didik.
Penilaian dan evaluasi belajar. Penilaiannya meliputi hasil dan proses belajar. Dilakukan secara berkesinambungan. Evaluasi terhadap efektivitas pembelajaran juga harus bisa dilakukan.

Kompetensi Pedagogik bisa diperoleh melalui proses belajar masing-masing guru secara terus menerus dan tersistematis, baik sebelum menjadi guru maupun setelah menjadi guru.

2. Kompetensi kepribadian

Kompetensi Kepribadian berkaitan dengan karakter personal. Ada indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru yaitu: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, bertindak sesuai norma sosial & hukum, dll. Kepribadian positif wajib dimiliki seorang guru karena para guru harus bisa jadi teladan bagi para siswanya. Selain itu, guru juga harus mampu mendidik para siswanya supaya memiliki attitude yang baik.


3. Kompetensi profesional

Kompetensi Profesional Guru adalah kemampuan atau keterampilan yang wajib dimiliki supaya tugas-tugas keguruan bisa diselesaikan dengan baik.

Keterampilannya berkaitan dengan hal-hal yang cukup teknis, dan akan berkaitan langsung dengan kinerja guru. Adapun indikator Kompetensi Profesional Guru diantaranya adalah:
Menguasai materi pelajaran yang diampu, berikut struktur, konsep, dan pola pikir keilmuannya.
Menguasai Standar Kompetensi (SK) pelajaran, Kompetensi Dasar (KD) pelajaran, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu.
Mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif sehingga bisa memberi pengetahuan dengan lebih luas dan mendalam bagi peserta didik.
Mampu bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara kontinu.
Mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga pengembangan diri.

Dengan menguasai kemampuan dan keahlian khusus seperti yang sudah dijelaskan di atas, diharapkan fungsi dan tugas guru bisa dilaksanakan dengan baik.

Dengan demikian, guru mampu membimbing seluruh peserta didiknya untuk mencapai standar kompetensi yang sudah ditentukan dalam Standar Nasional Pendidikan.

4. Kompetensi sosial

Kompetensi Sosial berkaitan dengan keterampilan komunikasi, bersikap dan berinteraksi secara umum, baik itu dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga masyarakat secara luas.

Indikator dari Kompetensi Sosial Guru diantaranya:
Mampu bersikap inklusif, objektif, dan tidak melakukan diskriminasi terkait latar belakang seseorang, baik itu berkaitan dengan kondisi fisik, status sosial, jenis kelamin, ras, latar belakang keluarga, dll.
Mampu berkomunikasi dengan efektif, menggunakan bahasa yang santun dan empatik.
Mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.
Mampu beradaptasi dan menjalankan tugas sebagai guru di berbagai lingkungan dengan bermacam-macam ciri sosial budaya masing-masing.

Uji kompetensi guru

Sebagai tolok ukur kompetensi dari tiap-tiap guru, maka negara melalui Kemendikbud menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru. Kegiatan tersebut menguji Kompetensi Pedagogik dan Profesional atau Subject Matter.

Hasil dari UKG akan menunjukan peta penguasaan kompetensi guru. Peta penguasaan tersebut kemudian bisa digunakan oleh pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan program pembinaan dan pengembangan profesi guru. Guru yang berhasil lulus UKG kemudian bisa mendapat Sertifikat Pendidik.

Lembaga pendidikan bisa membantu setiap guru yang ada di bawah naungannya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran. Lembaga pendidikan dapat menyelenggarakan pelatihan terstruktur yang diselenggarakan secara mandiri.